HARIAN DISWAY - Inter Milan sukses meraih kemenangan krusial saat menjamu Juventus pada pekan ke-25 Serie A 2025/2026.
Bermain di Stadio Giuseppe Meazza, Minggu, 15 Februari 2026 dini hari WIB, duel panas bertajuk Derby d’Italia itu berakhir dengan skor dramatis 3-2 untuk kemenangan Inter Milan.
Nerazzurri (julukan Inter Milan) unggul lebih dulu pada menit ke-17 setelah bek Juventus, Andrea Cambiaso, salah mengantisipasi bola dan membuatnya masuk ke gawang sendiri.
Namun respons sang pemain patut diapresiasi. Hanya sembilan menit berselang, ia menebus kesalahan dengan mencetak gol penyeimbang pada menit ke-26 usai memaksimalkan situasi di depan kotak penalti.
BACA JUGA:Prediksi Skor Inter Milan vs Juventus: Kondisi Kedua Tim dan Perkiraan Line Up
BACA JUGA:Spalletti Absen dalam Jumpa Pers Jelang Inter vs Juventus
Momentum pertandingan berubah jelang turun minum. Pierre Kalulu menerima kartu kuning kedua pada menit ke-42 sehingga tim tamu harus memainkan seluruh babak kedua dengan sepuluh orang.
Keunggulan jumlah pemain membuat Inter lebih dominan selepas jeda. Tekanan mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-76 lewat tandukan Francesco Pio Esposito yang membawa tuan rumah kembali memimpin.
Akan tetapi, Juventus tidak menyerah. Pada menit ke-83, Manuel Locatelli melepaskan tembakan terukur dari luar kotak penalti untuk membuat skor kembali imbang.
Saat laga tampak menuju hasil seri, Inter memastikan akhir cerita yang berbeda. Memasuki menit ke-90, Piotr Zielinski melepaskan sepakan keras yang tak mampu dihentikan Michele Di Gregorio sekaligus mengunci tiga poin bagi tim asuhan Cristian Chivu.
BACA JUGA:Inter Milan Berencana Tebus Kembali Aleksandar Stankovic dari Club Brugge
BACA JUGA:Juventus dan Inter Milan Rebutan Guglielmo Vicario, Siapa Pemenangnya?
Di laga sengit itu, Piotr Zielinski menjadi sorotan. Selain karena gol penentunya, sepanjang pertandingan ia menjaga aliran bola tetap bersih, membantu tim keluar dari tekanan, dan cermat memilih kapan harus mempercepat serangan.
Namun kemenangan ini tidak lahir dari satu orang saja. Lini pertahanan bekerja keras menghadapi serangan balik, para wing-back tanpa lelah mengantar bola ke depan, dan lini serang terus menekan meski berkali-kali dipatahkan.
Hampir semua pemain mencapai standar yang dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan sebesar ini.