Pirelli memperkirakan pengujian berlangsung dari siang hingga malam hari, di mana suhu udara gurun Sakhir berpotensi berubah signifikan dan memberikan variasi data yang penting.
BACA JUGA:Regulasi Baru, Tes Bahrain Tentukan Nasib Tim F1 2026
BACA JUGA:Mercedes Alami Masalah Teknis di Tes F1 Bahrain, W17 Rusak dan Pengujian Dihentikan
Salah satu target utama Pirelli tahun ini adalah membuat kompon ban basah lebih relevan untuk balapan dalam kondisi hujan normal. Sebelumnya, ban wet cenderung hanya efektif dalam kondisi sangat ekstrem, yang sering berakhir pada penghentian balapan demi keselamatan.
“Yang kami coba lakukan adalah mengurangi waktu transisi antara ban basah dan ban klasifikasi intermediate, sehingga ban basah menjadi lebih mudah digunakan,” jelas Isola.
“Intinya, dalam situasi balapan ketika lintasan yang diperkirakan akan mengering, tim ingin meminimalkan jumlah pit stop. Oleh karena itu, kami harus memastikan performa ban tetap optimal dalam fase transisi tersebut,” tutupnya.
Dengan menggunakan prototipe mobil 2026 milik McLaren dan Mercedes, Pirelli memastikan data yang diperoleh akan lebih representatif, karena kedua tim mampu mensimulasi beban dan karakteristik performa yang mendekati mobil generasi 2026.(*)