HARIAN DISWAY - Di banyak negara, datangnya bulan suci Ramadan disambut dengan tradisi yang meriah, penuh makna, dan diwariskan turun-temurun.
Dari kawasan Timur Tengah hingga Asia Tenggara, suasana menyambut bulan suci selalu memiliki warna tersendiri. Berikut tujuh tradisi unik penyambutan Ramadhan di berbagai negara.
1. Mesir - Lentera Fanous yang Ikonik
entera fanous mulai menghiasi sudut-sudut Mesir, tanda Ramadhan segera tiba. Cahaya warna-warni ini jadi simbol suka cita warga menyambut bulan suci.--pinterest
Di Mesir, Ramadan identik dengan lampu lentera warna-warni bernama fanous. Tradisi itu sudah ada sejak era Dinasti Fatimiyah.
Menjelang Ramadan, jalanan dipenuhi lentera yang digantung di rumah dan toko. Sebagai simbol suka cita menyambut bulan suci.
BACA JUGA:Kuliner Mesir, Alternatif Menu Buka Puasa Ramadan 2026
BACA JUGA:Lubia Polo, Kuliner Khas Iran dalam 7th Voyage of Sinbad
2. Arab Saudi – Dentuman Meriam Ramadhan
Tradisi meriam Ramadhan masih bertahan di Arab Saudi. Perpaduan sejarah dan spiritualitas dalam satu momen sakral.--pinterest
Di Arab Saudi, suara meriam menjadi penanda waktu berbuka. Tradisi itu dikenal sebagai Midfa al Iftar dan masih dilestarikan di sejumlah kota. Dentumannya selalu ditunggu warga saat azan magrib berkumandang.
3. Turki - Tabuhan Genderang Sahur
Suara genderang sahur di Turki jadi alarm klasik Ramadhan. Unik, khas, dan penuh makna.--geografi nasional
Warga Turki punya tradisi unik untuk membangunkan sahur. Yakni dengan berkeliling sambil menabuh drum.
Para penabuh berjalan dari satu lingkungan ke lingkungan lain. Tradisi itu sudah berlangsung sejak era Ottoman. Bahkan tetap bertahan hingga kini.
4. Maroko – Nafar, Penjaga Waktu Sahur
Ramadhan di Maroko terasa istimewa dengan hadirnya nafar. Tradisi yang menjaga nuansa kebersamaan.--guesehat
Di Maroko, sosok peniup terompet tradisional disebut "Nafar". Ia berkeliling membawa terompetnya. Lalu Membangunkan warga untuk sahur.
BACA JUGA:Tradisi Megengan Jelang Ramadan, Kue Apem Jadi Simbol Maaf