Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Peduli Lewat Karya Nyata

Senin 16-02-2026,07:00 WIB
Reporter : Ilmi Bening
Editor : Guruh Dimas Nugraha

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) telah eksis selama 28 tahun. Sebagai ruang yang menyatukan seluruh marga Tionghoa. Pun, berkomitmen membangun bangsa melalui beragam kegiatan kemasyarakatan. Seperti yang dilakukan PSMTI Surabaya.

PSMTI lahir pada 28 September 1998 dengan nama Mandarin Yin Hua Bai Jia Xing Xie Hui atau Indonesian Chinese Clan Social Association.

Didirikan tidak lama pasca kerusuhan Mei 1998. Paguyuban tersebut termasuk organisasi kemasyarakatan. Seluruh anggotanya adalah warga negara Indonesia berdarah Tionghoa. 

Di PSMTI cabang Surabaya, ada 20 orang yang terlibat aktif dalam seluruh kegiatannya. Mayoritas berusia 25-50 tahun. Berasal dari berbagai macam marga.

BACA JUGA:Vertical Rescue Indonesia Resmikan Jembatan Gantung ke-221, Sumbangan PSMTI dan Teguh Kinarto

BACA JUGA:Dahlan Iskan di Rakernas PSMTI di Batu: Pengusaha Besar Tak Usah Dibantu, Tapi Jangan Diganggu

“Untuk wilayah Jawa Timur, PSMTI hadir pada 1999. Namun saat itu, kegiatannya belum berjalan dengan maksimal. Hingga kepengurusan khusus untuk PSMTI Surabaya dibentuk pada tahun 2003,” kenang Muljo Hardijana, Ketua PSMTI Surabaya pada Harian Disway, 30 Januari 2026. 


Seminar tentang pencegahan bullying yang digelar PSMTI Surabaya di SMAN 20 Surabaya, Agustus 2025.-PSMTI Surabaya-

PSMTI Surabaya berkomitmen untuk aktif mengembangkan kegiatan sosial kemasyarakatan yang sifatnya nonpolitik.

Pun, memperkenalkan diri secara luas kepada masyarakat. “Kami ingin membangun bangsa secara bersama-sama melalui karya nyata. Maka, kami sering menggelar kegiatan bersama masyarakat di berbagai bidang," ujarnya. 

"Sudah banyak agenda yang kami gagas. Mulai bertema pendidikan, hukum, kesehatan, hingga keagamaan,” imbuh Ketua Umum Yayasan Pendidikan Perhimpunan Bank Swasta Nasional (YP PERBANAS) Jawa Timur itu. 

BACA JUGA:Demo Memanas, PSMTI Serukan Warga Indonesia Hindari Penyebaran Hoaks dan Narasi Pemecah Belah

BACA JUGA:Thiawudy Wikarso Terpilih Aklamasi Pimpin PSMTI Sulsel 2025–2029

Contohnya pada Agustus 2025, PSMTI Surabaya menggelar seminar yang bekerja sama dengan SMAN 20 Surabaya. Mereka memberikan penyuluhan untuk menyikapi bullying di lingkungan sosial. 

Dengan mengusung tema Generasi Tangguh Menghadapi Bullying dan Tantangan Sosial di Era Digital, acara tersebut menghadirkan narasumber dari Kongres Perlindungan Anak Jawa Timur, psikolog, dan akademisi dari UNESA.

Seminar tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa. Tentang cara menanggulangi, menyikapi, dan mengantisipasi agar anak-anak muda. Supaya mereka tidak terjebak dalam praktik bullying

Kategori :