Adapun KRI Halasan (630) merupakan kapal cepat rudal (KCR) yang dirancang untuk respons cepat dalam operasi penegakan hukum di laut. Dengan manuver lincah dan daya serang tinggi, kapal ini efektif menghadapi praktik ilegal seperti pencurian ikan, penyelundupan, hingga pelanggaran batas wilayah.
Menurut Kaharuddin, dukungan terhadap operasi A2/AD tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang menekankan pentingnya pertahanan tangguh sebagai fondasi kemajuan ekonomi nasional. Sekaligus mendorong kemandirian industri alutsista.
Katanya, sinergi antara TNI-AL dan industri pertahanan dalam negeri merupakan kunci mewujudkan postur pertahanan yang berkelanjutan dan tidak bergantung pada pasokan asing.
PT PAL memandang bahwa pengamanan aset negara senilai Rp173,6 miliar tersebut merupakan refleksi nyata sinergi antara TNI-AL dan industri pertahanan nasional.
BACA JUGA:Menjelalah PT Pal, Produsen Kapal Perang Buatan Anak Bangsa
Kolaborasi tersebut mempertegas posisi Indonesia sebagai negara maritim yang kuat secara operasional juga mandiri dalam penyediaan infrastruktur pertahanannya.
Dari perspektif keamanan regional, kemampuan A2/AD yang dimiliki TNI-AL melalui alutsista lokal juga mengirimkan sinyal positif. Indonesia serius menjaga kedaulatan maritimnya dengan pendekatan kemandirian teknologi.
KRI Halasan (630) buatan PT PAL Indonesia.-PT PAL Indonesia-
Hal tersebut sejalan dengan tren global di mana negara-negara kepulauan mulai memperkuat industri pertahanan domestik untuk mengurangi ketergantungan impor.
Ke depan, PT PAL berkomitmen terus memperkuat kapabilitas teknologi, meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri, serta memastikan setiap produk strategisnya mampu menjadi perisai maritim dalam menjaga kedaulatan dan kekayaan Indonesia.
BACA JUGA:Filipina Puas dengan Kapal Perang Buatan PT PAL
BACA JUGA:Jajaki Kerja Sama, Fincantieri Kunjungi PT PAL
Langkah itu mencakup investasi pada riset dan pengembangan, penguatan rantai pasok lokal, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang rekayasa kapal perang.
Dengan rekam jejak positif seperti operasi di Bangka Belitung, kepercayaan TNI-AL terhadap produk PT PAL diproyeksikan terus meningkat. Maka, itu bisa menguntungkan dari sisi pertahanan sekaligus memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional. Lewat penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi.
Dinamika geopolitik kawasan yang semakin kompleks, tapi kehadiran kapal perang buatan dalam negeri menjadi simbol kekuatan dan kedaulatan pertahanan negara.