HARIAN DISWAY - Setiap memasuki Ramadan, suasana terasa berbeda. Banyak orang yang mendadak lebih sabar, lebih rajin ibadah, hingga lebih peduli pada sesama.
Fenomena itu bukan perasaan semata. Ramadan memang menghadirkan dorongan spiritual dan sosial yang kuat. Berdampak dalam kehidupan sehari-hari.
Bulan suci yang dimuliakan dalam ajaran Islam itu selalu menjadi momentum refleksi. Di Indonesia, misalnya, perubahan perilaku terlihat jelas. Mulai dari kebiasaan berbagi takjil hingga meningkatnya aktivitas di masjid.
Secara psikologis, Ramadan menciptakan suasana kolektif. Ketika lingkungan sekitar ikut berpuasa, salat tarawih, dan memperbanyak sedekah, individu terdorong mengikuti arus kebaikan tersebut.
BACA JUGA:Ramadan Tiba, Berikut Dampak Positif Puasa yang Perlu Diketahui
BACA JUGA:Buka Puasa Ramadan 2026 dan Adab yang Sering Terlupakan
Momen berbagi sedekah di hari-hari terakhir Ramadan. Kegiatan itu menunjukkan kepedulian terhadap orang lain. --Pinterest
Tekanan sosial dalam konteks itu bukan berarti negatif. Justru menjadi penguat norma positif. Yakni dapat mendorong orang menahan amarah, mengurangi kebiasaan buruk, dan memperbaiki hubungan dengan orang lain.
Selain itu, puasa melatih pengendalian diri. Menahan lapar dan haus selama belasan jam bukan hanya terkait fisik. Tetapi juga latihan mengontrol emosi dan keinginan.
Tidak sedikit pula yang memanfaatkan Ramadan sebagai titik awal perubahan. Ada yang mulai berhenti merokok, memperbaiki pola tidur, hingga lebih disiplin mengatur waktu.
Fenomena “mendadak lebih baik” itu juga dipengaruhi oleh nilai pahala yang diyakini berlipat ganda. Keyakinan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi seseorang.
BACA JUGA:Tren Ibadah Personal, Gaya Hidup Sehat, dan Semangat Berbagi Sambut Ramadan 2026
BACA JUGA:Gaya Hidup Slow Living Selama Ramadan, Fokus Ibadah dan Kesehatan Mental
Secara otomatis siapa saja akan tergerak untuk meningkatkan kualitas ibadah. Juga menjaga perilaku saat bulan suci.
Bukan cuma lapar dan haus, Ramadan juga melatih kontrol diri dan empati.--pinterest