HARIAN DISWAY - Ramadan 2026 ramah lingkungan menjadi ajakan sederhana agar masyarakat lebih peduli pada sampah yang dihasilkan saat berburu takjil. Utamanya, sampah plastik.
Gerakan tersebut penting karena konsumsi makanan berbuka biasanya meningkat tajam dan menghasilkan banyak limbah sekali pakai.
Setiap sore, lapak takjil dipadati pembeli. Sayangnya, kantong plastik, sendok sekali pakai, dan cup minuman kerap langsung dibuang setelah dipakai.
Sampah-sampah sekali pakai itu menumpuk dan mencemari lingkungan. Ramadan seharusnya bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan diri dari kebiasaan yang merusak alam.
BACA JUGA:Screen Time ke Green Time, Gerakan Mendorong Siswa Lebih Peduli Lingkungan dan Sosial
BACA JUGA:Gerakan Peduli Lingkungan, Dindik Jatim Wajibkan Sekolah Zero Sampah Plastik
Membawa Wadah dan Tumbler Sendiri
Cara paling mudah mendukung Ramadan 2026 ramah lingkungan adalah membawa wadah makanan dari rumah. Penjual biasanya tidak keberatan selama pembeli menyampaikannya dengan sopan.
Membawa tumbler juga bisa mengurangi penggunaan cup plastik. Selain lebih hemat, minuman tetap aman dan tidak mudah tumpah.
Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
TAKJIL yang dibungkus daun pisang menjadi pilihan tepat untuk mendukung Ramadan 2026 yang ramah lingkungan.--Pinterest
Saat berburu takjil, pilih pedagang yang menggunakan kertas atau daun sebagai pembungkus. Kemasan alami tersebut lebih mudah terurai dibanding plastik.
Kebiasaan kecil ini bisa memberi dampak besar jika dilakukan banyak orang. Penjual pun terdorong beralih ke kemasan yang lebih ramah lingkungan.
BACA JUGA:Hebat! Pahlawan Cilik Surabaya Bersihkan Sampah Plastik di Selokan untuk Cegah Banjir
BACA JUGA:Inovasi Popok dan Pembalut Reusable dari Bumbi, Kurangi Pencemaran Sampah Plastik
Hindari Belanja Berlebihan
Sering kali takjil dibeli karena lapar mata, bukan karena kebutuhan. Akibatnya, makanan terbuang karena terlalu banyak yang dibeli. Otomatis, kemasan plastik pun ikut terbuang sia-sia.
Belilah sesuai kebutuhan berbuka. Cara ini membantu mengurangi sampah sekaligus menghindari pemborosan.