Rating Pemain Arsenal yang Ditahan Imbang Wolves 2-2, David Raya Paling Jelek!

Kamis 19-02-2026,06:10 WIB
Reporter : Raden Josaphat Bhismantaka
Editor : Salman Muhiddin

Perubahan taktik ini terbukti efektif, karena ia tampil aktif di tengah dan mencetak gol pembuka. Selain kontribusi menyerang, Saka juga mencatat 18 aksi defensif yang menunjukkan peran gandanya dalam pertandingan.

Di sisi lain, Gabriel Magalhaes dan David Raya harus menerima sorotan atas gol penyeimbang Wolves. Kesalahan komunikasi dan koordinasi dalam mengantisipasi bola silang menjadi faktor utama terjadinya gol tersebut. 

Gabriel Martinelli juga menjalani malam yang kurang optimal karena gagal memaksimalkan beberapa peluang yang didapatkan.

Statistik Unggul, Hasil Tetap Mengecewakan


Para pemain Arsenal usai Wolves samakan kedudukan di injury time babak kedua dalam laga Premier League 2025/2026 matchday ke-31, Kamis 19 Februari 2026-Dave Shopland-AP

Jika melihat data pertandingan, Arsenal sebenarnya tampil lebih dominan. Mereka menguasai 58 persen penguasaan bola dan mencatat expected goals (xG) sebesar 1,86, jauh di atas Wolves yang hanya mencatat 0,29 xG. 

Arsenal juga melepaskan 10 tembakan dengan empat tepat sasaran, sementara Wolves hanya memiliki lima percobaan dan dua mengarah ke gawang.

Declan Rice kembali menunjukkan peran pentingnya di lini tengah. Ia menjadi pengatur tempo sekaligus kreator gol pertama. 

Dominasi Rice di sektor tengah membuat Arsenal relatif nyaman dalam mengendalikan permainan. Namun, performa lini pertahanan yang kurang solid membuat keunggulan tersebut tidak cukup untuk mengamankan kemenangan.

BACA JUGA:Brentford vs Arsenal 1-1, The Gunners Gagal Menjauh dari Kejaran Man City

BACA JUGA:Mikel Merino Jalani Operasi, Arsenal Berharap Pemulihan Bisa Tepat Waktu

Di lini depan, Noni Madueke mengalami malam yang kurang konsisten setelah awal yang cukup menjanjikan. 

Sementara itu, Viktor Gyokeres kesulitan memberikan dampak karena minim suplai bola dan kurang aktif dalam pergerakan tanpa bola. Hal tersebut membuka peluang bagi Gabriel Jesus untuk kembali bersaing memperebutkan tempat utama.

Secara keseluruhan, Arsenal hanya memaksa Jose Sa melakukan empat penyelamatan, jumlah yang tergolong minim untuk tim pemuncak klasemen melawan salah satu pertahanan terlemah di liga. 

Mereka juga hanya mendapatkan tiga tendangan sudut, sehingga tidak mampu memaksimalkan keunggulan bola mati.

Hasil imbang tersebut terasa mengecewakan karena secara statistik Arsenal unggul hampir di semua aspek. Namun, efektivitas Wolves dan kesalahan di momen krusial membuat Arsenal harus puas dengan satu poin. 

Dalam persaingan gelar yang semakin ketat, kegagalan menjaga keunggulan seperti ini bisa menjadi faktor penentu di akhir musim. (*)

Kategori :