Sementara itu, Bodo/Glimt memilih pendekatan lebih pragmatis dengan bertahan rapat dan menunggu momentum untuk melancarkan serangan balik.
Baru enam menit laga berjalan, Inter sudah mengancam melalui Henrikh Mkhitaryan. Namun, tembakannya dari dalam kotak penalti masih melambung di atas mistar.
BACA JUGA:De Rossi Kritik Aturan VAR Usai Kontroversi Pertandingan Juventus vs Inter Milan
BACA JUGA:Inter Milan vs Juventus: Chiellini dan Comolli Terancam Sanksi Usai Protes Wasit
Selebrasi penyerang Bodo Glimt, Kasper Hogh (kiri), bersama Jens Petter Hauge (kanan), usai mencetak gol dalam laga kontra Inter Milan. Kamis, 19 Februari 2026.--Instagram @bodoglimt
Bodo/Glimt membalas lewat situasi bola mati ketika Odin Bjortuft menyundul bola hasil sepak pojok Patrick Berg, tetapi arah bola masih melebar dari sasaran.
Inter kemudian mencoba bermain lebih sabar dalam membangun serangan, mengalirkan bola dengan tempo terkontrol demi meminimalisir kesalahan umpan.
Namun justru saat mulai nyaman menguasai permainan, mereka kebobolan pada menit ke-20. Sondre Brunstad Fet sukses mencetak gol setelah menerima assist dari Jens Petter Hauge dan menuntaskan peluang dengan penyelesaian tenang. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Gol tersebut membuat Inter tersentak. Intensitas serangan langsung meningkat. Matteo Darmian hampir menyamakan kedudukan, tetapi tembakannya hanya membentur tiang gawang. Tak lama berselang, upaya Nicolo Barella juga masih mampu diamankan oleh kiper Nikita Haikin.
BACA JUGA:Diteror Usai Juventus vs Inter Milan, Alessandro Bastoni Matikan Kolom Komentar Instagram
BACA JUGA:Juventus vs Inter Milan Tuai Kontroversi, Sejumlah Tokoh Desak Bastoni Dicoret dari Timnas Italia
Tekanan Inter akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-30. Berawal dari umpan Barella yang disambut tandukan Carlos Augusto, bola liar di dalam kotak penalti langsung disambar Francesco Pio Esposito untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Setelah gol tersebut, pertandingan berlangsung terbuka. Patrick Berg mencoba peruntungan lewat tembakan jarak jauh yang masih melenceng, sementara Darmian kembali menguji Haikin lewat sepakan dari sisi kanan, namun sang kiper tampil sigap. Hingga turun minum, Inter tetap mendominasi penguasaan bola, tetapi skor 1-1 bertahan.
Memasuki babak kedua, pola permainan tak banyak berubah. Inter tetap mengandalkan kontrol bola, sedangkan Bodo/Glimt disiplin menunggu celah.
Inter nyaris berbalik unggul tepat setelah turun minum. Pio Esposito dan Lautaro Martinez mendapatkan peluang beruntun, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal menggagalkan kesempatan emas tersebut.
BACA JUGA:Inter Milan Tumbangkan Juventus 3-2, Cristian Chivu Akui Tekanan Laga Sangat Besar