Tetap Fit saat Ramadan, Ini Waktu Ideal Olahraga Agar Tak Lemas

Kamis 19-02-2026,19:04 WIB
Reporter : Akmelia Rabbani
Editor : Indria Pramuhapsari

HARIAN DISWAY — Berpuasa selama Ramadan bukan alasan untuk tidak berolahraga. Justru, aktivitas fisik ringan hingga sedang tetap dianjurkan. Itu penting agar tubuh tetap bugar, metabolisme stabil, dan suasana hati terjaga.

Namun, pada bulan puasa, memilih waktu yang tepat untuk berolahraga adalah kunci. Tujuannya adalah agar badan tidak lemas atau dehidrasi. 

World Health Organization (WHO) menganjurkan orang dewasa tetap melakukan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang.

Selama Ramadan, durasi dan intensitas bisa disesuaikan agar tubuh tidak kehilangan terlalu banyak cairan. Berikut beberapa alternatif waktu yang direkomendasikan:

BACA JUGA:Napas Makin Lega! 5 Jenis Olahraga yang Baik untuk Kesehatan Paru-Paru

BACA JUGA:Olahraga Ringan Tapi Konsisten vs Berat Tapi Jarang, Mana Lebih Sehat?

1. Menjelang Berbuka Puasa


BEROLAHRAGA RINGAN sembari menunggu waktu berbuka puasa. Memilih waktu yang tepat membantu tubuh tetap bugar tanpa risiko dehidrasi. --Freepik

Waktu yang paling ideal adalah 30–60 menit sebelum berbuka. Pada waktu ini, tubuh dalam kondisi energi yang menurun, tetapi risiko dehidrasi bisa segera teratasi. Sebab, jaraknya dengan adzan magrib tidak terlalu lama. 

Jenis olahraga yang disarankan antara lain jalan cepat, yoga, stretching, atau bersepeda santai. Hindari latihan intensitas tinggi seperti HIIT atau angkat beban berat karena dapat meningkatkan risiko pusing dan kelelahan.

2. Setelah Berbuka Puasa

Alternatif lain adalah 1–2 jam setelah berbuka. Tubuh sudah mendapatkan asupan makanan dan cairan, sehingga energi lebih stabil.

Pada waktu ini, olahraga dengan intensitas sedang seperti jogging ringan atau latihan beban ringan relatif aman dilakukan.

BACA JUGA: 5 Kebiasaan Positif yang Baik Dimulai pada Awal Tahun, Olahraga Salah Satunya

BACA JUGA:6 Olahraga Aman dan Efektif untuk Penderita Obesitas, Turunkan Berat Badan Tanpa Cedera

Lembaga kesehatan seperti Mayo Clinic menyarankan supaya tetap memperhatikan hidrasi dan tidak memaksakan diri jika tubuh terasa lemah. Pastikan memberi jeda cukup setelah makan agar tidak menimbulkan gangguan pencernaan.

3. Setelah Salat Tarawih

Sebagian orang juga memilih berolahraga setelah salat tarawih. Keuntungannya, tubuh sudah terhidrasi dengan baik. Namun, perlu diperhatikan waktu istirahat agar tidak mengganggu kualitas tidur.

Tips Hidrasi Optimal

Agar tidak dehidrasi, terapkan pola minum 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas malam hari, dan dua gelas saat sahur. Hindari minuman berkafein berlebihan karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Konsumsi makanan kaya air seperti buah semangka, melon, dan sup juga membantu menjaga keseimbangan cairan.

BACA JUGA:Penghobi Olahraga Lari Disarankan Mengonsumsi Susu dan Zaitun, Ini Alasannya

BACA JUGA:Cara Menjaga Kebugaran Tubuh Saat Puasa tanpa Olahraga Berat

Selain itu, dengarkan sinyal tubuh. Jika muncul gejala seperti pusing, mual, atau lemas berlebihan, segera hentikan aktivitas dan istirahat.

Dengan pengaturan waktu yang tepat dan strategi hidrasi yang baik, olahraga saat Ramadan tetap aman dan bermanfaat. Puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak, melainkan momentum untuk menjaga kesehatan tubuh secara lebih sadar dan teratur. (*)

*) Mahasiswa Magang Prodi Akidah dan Filsafat Islam UINSA.

Kategori :