Menhub Minta Pemprov DKI Permudah Akses Pemudik Menuju Terminal dan Stasiun

Kamis 19-02-2026,13:51 WIB
Reporter : Taufiqur Rahman
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan aksesibilitas dan layanan angkutan pengumpan (feeder) bagi masyarakat yang akan melakukan mudik Lebaran 2026.

Hal ini disampaikan Menhub Dudy saat bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung guna membahas kesiapan angkutan lebaran di Balai Kota Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

Dudy menekankan pentingnya peran Jakarta sebagai salah satu provinsi dengan titik keberangkatan pemudik tertinggi secara nasional, selain Jawa Barat. "Kami berharap Pemprov DKI dapat menyediakan kemudahan akses bagi pemudik menuju terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara, serta meningkatkan layanan angkutan feeder terutama menuju ke simpul-simpul mudik gratis," ujar Menhub.

Selain kemudahan akses fisik, Menhub juga mendorong penyediaan fasilitas umum tambahan di simpul-simpul transportasi terpadat. Fasilitas seperti gerai makanan, bengkel kendaraan, hingga toilet portabel dinilai krusial untuk menunjang kenyamanan pemudik di tengah lonjakan penumpang.

Dalam koordinasi tersebut, Dudy juga memaparkan sejumlah poin dukungan yang diharapkan dari Pemprov DKI, antara lain penyediaan posko pelayanan dan monitoring. Posko ini berfungsi untuk memastikan kesiapan armada melalui pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) di simpul transportasi, khususnya Terminal Tipe A.

BACA JUGA:Skema WFA Pemerintah Jadi Kunci Tekan Penumpukan Pemudik Lebaran 2026

BACA JUGA:Waspada Bencana pada Mudik Lebaran 2026, BNPB Imbau Masyarakat Gunakan Peta InaRISK dan Pantau Cuaca

"Salah satunya kami berharap adanya posko pelayanan dan monitoring Angkutan Lebaran 2026, guna memastikan kesiapan armada, pemeriksaan kesehatan awak kendaraan (pengemudi), serta konsolidasi dan penyiapan mudik gratis," papar Menhub.


Menhub Dudy Purwagandhi (kanan) bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Agung dalam rapat koordinasi pemerintah pusat-DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta -Kemenhub-

Terkait pengaturan lalu lintas, Menhub meminta adanya rekayasa lalu lintas yang kondisional dengan menempatkan petugas keamanan di titik rawan kemacetan, pengawasan melalui CCTV, serta memastikan kesiapan jalur alternatif bagi pengguna kendaraan pribadi.

Proyeksi Arus Mudik dan Balik 2026

Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, arus lalu lintas keluar Jakarta melalui sejumlah gerbang tol utama (GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa) diprediksi mencapai 3,67 juta kendaraan selama periode H-10 hingga H+11.

BACA JUGA:Mudik Gratis Kemenhub 2026 Dibuka 1 Maret, Siapkan 401 Bus dan Truk Motor!

BACA JUGA:Cegah Kepadatan Mudik, Kemenhub Ubah Jembatan Timbang Jadi Rest Area

Adapun puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3) dengan volume sebanyak 259.000 kendaraan. Sementara itu, arus balik masuk ke Jakarta diproyeksikan mencapai 3,54 juta kendaraan, dengan puncak kepadatan pada Senin, 24 Maret 2026 (H+3) sebanyak 285.000 kendaraan.

Dudy mengingatkan bahwa koordinasi ketat dengan pemerintah daerah sangat diperlukan mengingat tujuan favorit pemudik nasional meliputi wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta.(*)

Kategori :