Gunungan Sepatu 7 Meter di Ruwat Desa Medali Mojokerto

Kamis 19-02-2026,14:07 WIB
Reporter : Noor Arief Prasetyo
Editor : Noor Arief Prasetyo

HARIAN DISWAY - Warga Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto menggelar Ruwat Desa dengan arak-arakan gunungan sepatu setinggi tujuh meter untuk menyambut Ramadan, Sabtu, 14 Februari 2026.

Tradisi selamatan desa ini rutin dilaksanakan setiap menjelang bulan suci sebagai ruang bersama untuk berdoa, bersyukur, dan mempererat ikatan sosial. Sejak pagi, warga telah memadati jalan desa untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai sejak 7 Februari 2026. Suasana hangat dan kebersamaan terasa di seluruh sudut kampung.

Tahun ini, gunungan yang diarak bukan hasil bumi seperti masa lalu, melainkan sepatu hasil karya para perajin setempat. Desa Medali dikenal sebagai sentra alas kaki rumahan yang menopang denyut ekonomi warga dari rumah ke rumah. Sebanyak 105 perajin terlibat dalam penyusunan gunungan tersebut.

Gunungan setinggi tujuh meter itu memuat 2.026 pasang sepatu, selaras dengan angka tahun pelaksanaan. Arak-arakan melintasi gang-gang desa sejauh kurang lebih dua kilometer, menjadi simbol identitas sekaligus kebanggaan kolektif warga.

BACA JUGA:Ruwat Rawat Segara Gunung, Tema Eksotika Bromo 2023

BACA JUGA:Arak 33 Kendi dalam Ruwat Agung Patirtan Jolotundo sebagai Terima Kasih

“Ini adalah tahun keenam Paguyuban Pengrajin Medali ikut dalam karnaval ini. Kali ini ada 2026 pasang sepatu seperti jumlah tahun dan diikuti oleh 5 dusun. Kami bangga sekali karena event tahunan ini diikuti oleh seluruh warga desa dan antusiasme dari para pengunjung semakin lama semakin besar,” ujar Abdul Ghoni selaku ketua Paguyuban Pengrajin Medali (PPM).

Selain menjadi ruang spiritual, kegiatan ini juga menggerakkan ekonomi warga. Banyak pengunjung dari desa sekitar datang menyaksikan arak-arakan, sehingga pedagang jajanan dan minuman memperoleh rezeki tambahan. Momentum ruwatan menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan ekonomi lokal.

Di balik setiap sepatu yang tersusun dalam gunungan, terdapat proses produksi yang melibatkan berbagai detail, termasuk penggunaan perekat. Lem Rajawali yang selama ini digunakan perajin turut mendukung suksesnya kegiatan tahunan tersebut sebagai bagian dari ekosistem usaha lokal.

“Pertumbuhan Lem Rajawali tentunya tidak lepas dari dukungan para partner dan pengguna setia di daerah seperti para perajin. Dukungan yang kami berikan pada kegiatan-kegiatan perajin lokal adalah cara kami berkontribusi nyata bagi ekonomi Jawa Timur,” disampaikan Martin Hendriadi Fu selaku managing director dari Lem Rajawali.


TIM dari Lem Rajawali yang turut dalam Ruwatan Desa Medali Mojokerto.-Istimewa-

Puncak acara ditandai dengan pembagian isi gunungan kepada warga setelah didoakan bersama. Sepatu-sepatu dibagikan tanpa kericuhan, mencerminkan semangat berbagi dan kebersamaan. Anak-anak tampak paling antusias mencoba sepatu baru mereka, sementara orang tua menyaksikan dengan penuh syukur.

Ruwat Desa Medali menjadi penanda kesiapan batin warga menyambut Ramadan. Tradisi ini terus dirawat dan disesuaikan dengan dinamika zaman tanpa meninggalkan makna dasarnya sebagai selamatan desa dan pengikat solidaritas sosial. (*)

 

Kategori :