Karena itu, persoalannya bukan sekadar kuat atau tidak menahan lapar. Tubuh bekerja dengan ritme dan cadangan energi yang terbatas.
Jika makan saat sahur dilewatkan, cadangan tersebut otomatis lebih cepat terkuras. Di sinilah berbagai dampak kesehatan mulai muncul pelan tapi pasti terutama jika kebiasaan ini dilakukan berulang selama Ramadan.
1. Gula darah lebih cepat turun (hipoglikemia ringan)
Tanpa asupan sahur, tubuh tidak memiliki cadangan glukosa yang cukup untuk bertahan sejak dini hari hingga magrib. Akibatnya, gula darah bisa turun lebih cepat.
Gejalanya meliputi lemas, gemetar, pusing, sulit fokus, hingga mudah marah. Pada sebagian orang, kondisi ini bisa mengganggu produktivitas kerja atau belajar.
BACA JUGA:5 Menu Sahur Aman Bagi Lambung, Cegah Asam Lambung Kambuh
BACA JUGA:5 Menu Sahur Lezat dan Bergizi agar Puasa Lebih Berenergi
MAKAN SAHUR menjadi energi untuk menjalani puasa hari itu. -mgstudyo-iStockphoto.com
2. Risiko dehidrasi meningkat
Sahur bukan hanya soal makan, tetapi juga momen penting memenuhi kebutuhan cairan. Jika tidak sahur, tubuh kehilangan kesempatan terakhir untuk menyimpan cairan sebelum berpuasa.
Terlebih jika aktivitas padat atau cuaca panas. Risiko dehidrasi ditandai dengan mulut kering, sakit kepala, dan urin berwarna pekat menjadi lebih besar.
3. Asam lambung lebih mudah naik
Perut yang kosong lebih lama dapat memicu produksi asam lambung berlebih pada sebagian orang, terutama yang memiliki riwayat maag.
Tanpa sahur, jeda kosong lambung menjadi semakin panjang. Dampaknya bisa berupa perih di ulu hati, mual, hingga sensasi terbakar di dada.
BACA JUGA:6 Tip Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Peralihan Cuaca, Tetap Fit Meski Musim Berganti
BACA JUGA:Tips Menjaga Imunitas saat Musim Hujan dengan Vitamin dan Nutrisi Tepat
4. Konsentrasi dan daya tahan tubuh menurun
Energi yang terbatas membuat tubuh bekerja lebih keras. Akibatnya, fokus dan konsentrasi bisa menurun, terutama pada siang hingga sore hari.
Jika terjadi terus-menerus, tubuh juga bisa terasa lebih mudah lelah dan kurang bertenaga.
5. Pola makan saat berbuka cenderung tidak terkontrol
Karena rasa lapar yang lebih ekstrem, seseorang yang tidak sahur cenderung “balas dendam” saat berbuka. Makan terlalu cepat dan berlebihan bisa memicu gangguan pencernaan serta lonjakan gula darah secara tiba-tiba.
Maka dari itu melewatkannya sekali mungkin tidak langsung menimbulkan masalah besar. Namun, jika menjadi kebiasaan, dampaknya bisa terasa dalam jangka panjang terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu (*)