HARIAN DISWAY - Juventus mengajukan permohonan kepada Presiden FIGC Gabriele Gravina untuk membatalkan kartu merah Pierre Kalulu.
Pemain asal Prancis tersebut diusir ke luar lapangan pada menit ke-42 setelah insiden kontroversial melawan Inter, 15 Februari 2026.
Langkah tersebut diambil karena keputusan wasit menuai polemik. Kalulu dianggap melanggar Alessandro Bastoni, setelah sebelumnya mendapat kartu kuning akibat pelanggaran terhadap Nicolo Barella.
Namun, tayangan ulang memperlihatkan Bastoni terjatuh tanpa kontak signifikan. Ia bahkan terlihat merayakan keputusan wasit.
BACA JUGA:Badai Cedera Menghantui Juventus Jelang Hadapi Como, Spalletti Kembali ke Formasi 3 Bek?
BACA JUGA:Juventus Dibantai Galatasaray, Chiellini Malah Kepincut Baris Alper Yilmaz
Kepala perwasitan Italia Gianluca Rocchi kemudian mengakui adanya kesalahan dalam keputusan tersebut. Sementara Bastoni juga telah menyampaikan permintaan maaf.
Momen bek Juventus, Pierre Kalulu (tengah), ketika mendapat kartu merah dalam laga kontra Inter Milan. Minggu, 15 Februari 2026.--X @Iltirreno
Meski demikian, Kalulu tetap dijatuhi larangan bermain satu pertandingan. Ia dipastikan absen saat Juventus menjamu Como di Serie A akhir pekan ini.
Situasi semakin rumit. Karena Gleison Bremer diragukan tampil. Ia ditarik keluar pada babak pertama saat Juventus kalah 2-5 dari Galatasaray di Liga Champions, 18 Februari lalu.
Menurut laporan Sky Sport Italia dan TMW, Juventus telah mengajukan banding ke pengadilan olahraga. Tetapi ditolak.
BACA JUGA:Juventus vs Como: Jeremie Boga Siap Debut, Kenan Yildiz Diistirahatkan?
BACA JUGA:Juventus vs Como: Krisis Bek dan Striker, Spalletti Siapkan Eksperimen di Allianz Stadium
Kini, manajemen Bianconeri langsung meminta pengampunan kepada Gravina. Berharap adanya kebijakan khusus dari pucuk pimpinan federasi.
Pelatih Juventus Luciano Spalletti menilai langkah klub sudah tepat. “Itu langkah yang perlu dilakukan. Karena kita berbicara tentang dua ketidakadilan yang jelas. Bahkan diakui semua pihak,” ujarnya dalam konferensi pers jelang laga melawan Como, 20 Februari.