Data dari Transfermarkt menunjukkan bahwa Bruno pernah mengalami robek ligamen pergelangan kaki lateral pada musim 2021/2022 saat masih memperkuat Ventforet Kofu di Liga Jepang.
Cedera tersebut terjadi mulai 26 Mei hingga 4 Juli 2022. Itu membuatnya absen selama sekitar 40 hari dan melewatkan delapan pertandingan dengan klubnya saat itu.
Cedera ligamen engkel bukanlah hal yang dapat dianggap sepele bagi seorang pesepak bola profesional. Bagian pergelangan kaki berfungsi sebagai tumpuan utama dalam berbagai aktivitas. Termasuk bergerak, akselerasi, dan duel fisik.
Meskipun cedera terjadi beberapa musim lalu, rekam jejak medis tetap menjadi perhatian publik. Kini absennya Bruno Paraiba kembali menggugah perhatian karena masalah kebugaran yang dihadapi saat ini.
BACA JUGA:Penyerang Persebaya Mihailo Perovic Makin Tajam, Bajol ijo Siap Terkam Persijap
BACA JUGA:Pemain Muda Persebaya di Mata Tavares, Cari The Next Marselino!
Bruno, dengan tinggi badan 1,89 meter, memiliki postur ideal untuk duel udara. Ia biasanya berposisi sebagai penyerang tengah.
Pemain itu resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 10 Januari 2026, sebagai pengganti Diego Mauricio.
Saat ini, nilai pasar Bruno berada di angka Rp3,04 miliar, mencerminkan harapan besar terhadap kontribusinya di lini serang Bajol Ijo. Namun, statistiknya masih sangat minim, hanya mencatat satu pertandingan, satu gol, dan total waktu bermain 19 menit.
Salah satu akun media sosial, @tribunpersebaya, menyuarakan kepanikan Bonek terkait kondisi Bruno. “Bruno Paraiba didatangkan sebagai pengganti Diego Mauricio.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, juga sempat memberi pandangan umum mengenai kondisi skuadnya, menyinggung sejumlah pemain yang mengalami sakit dan cedera.
"Kami memiliki beberapa pemain yang sakit, mungkin ini membuat kami tak 100 persen," ungkap Tavares, meski tidak menyebut nama Bruno secara spesifik. (*)