BACA JUGA:Rating Pemain Real Madrid yang DItabok Osasuna 1-2, Mbappe Pun Jeblok
Ini juga bukan noda pertama. Pada 2024, Madrid sempat bersitegang dengan Kedutaan Besar China karena ulah oknum suporter. Reputasi klub di Negeri Tirai Bambu pernah goyah.
Kasus Huijsen seperti membuka kembali arsip lama.
Publik China bukan pasar kecil bagi Madrid. Itu basis besar. Loyal. Emosional. Sekarang mereka menunggu.
Apakah Madrid akan menjatuhkan sanksi internal? Atau cukup dengan satu unggahan maaf di Weibo?
Jawabannya mungkin akan terlihat sebelum laga Liga Champions melawan Benfica, Kamis, 26 Februari 2026.
Karena dalam urusan rasisme, konsistensi lebih penting daripada slogan.