HARIAN DISWAY - Real Madrid memastikan diri ke fase knockout Liga Champions. Mereka menyingkirkan Benfica di leg kedua playoff 16 besar yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Kamis dini hari WIB, 26 Februari 2026.
Madrid, yang berlaga dengan keunggulan 1-0 (tapi tak diperkuat setengah lusin pemain akibat cedera), mengawali laga dengan buruk. Mereka kebobolan gol Rafa Silva di menit ke-14.
Namun, dua menit kemudian, pasukan Arvalo Arbeloa langsung membalas. Aurelien Tchouameni membawa situasi imbang 1-1. Dan Vinicius Jr menyegel kemenangan di babak kedua. Di babak 16 besar, mereka bakal bertemu Sporting CP atau Manchester City.
"Kami tidak memulai pertandingan dengan baik, tetapi kami tetap percaya diri. Performa kami sedikit membaik (setelah gol Benfica)," ungkap Tchouameni kepada Real Madrid TV. "Para pemain muda dari Castilla begitu fantastis," pujinya.
BACA JUGA:Real Madrid vs Benfica: Mbappe Terpaksa Parkir Akibat Cedera Lutut Kambuhan
BACA JUGA:Tottenham dan Brighton Incar Mastantuono, Real Madrid Dilema
Ya, Arbeloa menerjunkan beberapa pemain akademi untuk menambal absennya pemain inti. Gonzalo Garcia diplot sebagai penyerang tengah, menggantikan Kylian Mbappe. Sedangkan dua juniornya, Cesar Palacios dan Thiago Pitarch Pinar, masuk di babak kedua.
Real Madrid vs Benfica 2-1, Tchouameni-Vinicius bawa Los Blancos ke 16 Besar. Foto: Vinicius Jr merayakan golnya di Santiago Bernabeu, 26 Februari 2026. -Thomas Coex-AFP
"Dalam setiap pertandingan Liga Champions, segalanya tidak akan mudah selama 90 menit. Kerja keras dan menderita adalah hal yang normal, karena mereka (Benfica, Red menekan kami dengan baik," ungkap Arbeloa.
"Ada ruang di belakang barisan gelandang yang kami tidak tahu cara memanfaatkannya. Dan ketika ketika kami memperbaikinya, di babak pertama, performa kami mulai membaik," lanjutnya, seraya memuji betapa pentingnya gol Tchouameni.
Jalannya Pertandingan Real Madrid vs Benfica
Laga Madrid vs Benfica itu panas sejak sebelum bola ditendang. Isu rasisme yang diduga dilakukan pemain Benfica Gianluca Prestianni terhadap Vinicius Jr membuat publik Bernabeu lebih garang dari biasanya.
BACA JUGA:Skandal Rasisme Benfica vs Real Madrid: Kenapa Komentar Mourinho Dianggap Keliru?
BACA JUGA:Dean Huijsen Terjerat Skandal Rasisme, Real Madrid Minta Maaf ke Fans Tiongkok
Namun, Benfica tidak gentar. Sejak menit awal, mereka mengambol insiatif menyerang. Richard Rios mencoba peruntungan dari jarak jauh, sementara Andreas Schjelderup beberapa kali merepotkan pertahanan tuan rumah.
Alhasil, tim tamu berhasil mencetak gol pembuka duluan, pada menit ke-14 untuk tim tamu. Serangan dibangun Rios yang mengalirkan bola kepada Vangelis Pavlidis di sisi kanan.