Konflik Iran-Israel Memanas, Kemenhub Minta Maskapai Waspada dan Siap Antisipasi

Minggu 01-03-2026,23:17 WIB
Reporter : Aqila Firda Zahro*
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta maskapai penerbangan internasional meningkatkan kewaspadaan menyusul eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat (AS)

Situasi di kawasan Timur Tengah dilaporkan berdampak pada sejumlah rute penerbangan global. Namun, ada pula rute yang hingga kini masih beroperasi normal. 

“Sebagian penerbangan internasional yang melewati kawasan Timur Tengah turut terdampak, sebagian dibatalkan, namun ada perjalanan yang saat ini belum terdampak,” ujar Dudy saat ditemui media.

Ia mengimbau maskapai untuk terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah antisipatif demi keselamatan penerbangan.

BACA JUGA:Saudia Airlines Batalkan Sejumlah Penerbangan Imbas Perang Iran-Israel-Amerika

BACA JUGA:Imbas Perang di Timur Tengah, 17 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dibatalkan

Sejumlah maskapai asing dilaporkan menghentikan sementara layanan dari dan menuju beberapa kota di Timur Tengah. Di antaranya Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Malaysia Airlines, Philippine Airlines, Indigo Airlines, SriLankan Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines, serta Scoot.


Garuda Indonesia hingga Qatar Airways menghentikan sementera penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ke wilayah Timur Tengah.--Candra Pratama

Sementara itu, Saudia Airlines masih memantau kondisi di sejumlah kota tujuan. Oman Air tetap beroperasi seperti biasa. Ethiopian Airlines juga masih melayani penerbangan, meski menghentikan sementara rute menuju Amman dan Tel Aviv.

Untuk maskapai nasional, Garuda Indonesia dan Lion Air disebut belum terdampak langsung. Penerbangan menuju Jeddah masih berjalan normal. Namun, rute Garuda Indonesia menuju Amsterdam dialihkan melalui Kairo sebagai langkah antisipasi.

Kementerian Perhubungan menegaskan aspek keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama. Koordinasi terus dilakukan dengan AirNav Indonesia, maskapai, pengelola bandara, serta otoritas penerbangan negara lain guna memperbarui informasi terkait kondisi ruang udara Timur Tengah.

BACA JUGA:Tewasnya El Mencho Picu Kekacauan, Puluhan Maskapai Batalkan Penerbangan ke Meksiko

BACA JUGA:Perjalanan Politik Ali Khamenei, Dari Revolusi Islam Iran 1979 ke Akhir Masa Kekuasaan

Beberapa negara seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah dilaporkan menutup ruang udara mereka untuk sementara waktu, baik bagi penerbangan komersial maupun pribadi.

Menhub juga meminta maskapai dan pengelola bandara memberikan pelayanan maksimal kepada penumpang terdampak. Termasuk penanganan pembatalan, pengaturan ulang jadwal, hingga penyediaan akomodasi sesuai prosedur.

Kategori :