HARIAN DISWAY - Kampoeng Ramadan masih berlanjut hingga hari kedua pada Minggu, 1 Maret 2026 di Masjid Nuruzzaman, Kampus B, Universitas Airlangga (UNAIR).
“Sebenarnya pada tahun-tahun sebelumnya, nama event ini 'Pasar Kampung Ramadan'. Konsep tahun ini memang berbeda dari sebelumnya. Agenda utamanya ada dua. Yaitu kegiatan santunan bersama anak panti dan kajian pemuda,” ujar Azizah Kholili, koordinator development acara tersebut kepada Harian Disway.
Setelah membahas topik Menemukan Jati Diri, kini, peserta mendapatkan insight baru. Berupa materi edukasi tentang mencari pasangan dalam pernikahan.
Salah satu yang dibahas dalam kajian hari kedua bertajuk Menjemput Pasangan Hati. Bertujuan untuk meluruskan kesalahpahaman tentang konsep pernikahan. Pun, maraknya fenomena Marriage is Scary yang kini semakin marak di kalangan Generasi Z.
BACA JUGA:Mengenali Jati Diri Anak Muda lewat Kajian di Kampoeng Ramadan, Quarter Life Crisis Bisa Diatasi
BACA JUGA:Rayakan Imlek serta Ramadan, PSMTI Surabaya Gelar Seminar Toleransi dan Keberagaman di Ubaya
Banyak yang takut menikah. Karena faktor finansial. Juga pengaruh media sosial yang memuat isu perselingkuhan maupun perceraian.
P ermasalahan itu sering membuat seseorang bimbang untuk menikah. Kemudian bertanya: apakah menikah harus menunggu menjadi seseorang sempurna atau kaya dulu?
Suasana Kampoeng Ramadan hari kedua. - Rosyidah Ariyati - Harian Disway
Ario Muhammad, CEO & Founder Edufic & Main Nalar, narasumber acara tersebut, memaparkan banyak hal. Terutama dalam memberikan edukasi ilmu parenting dan relationship keluarga.
Ia menegaskan bahwa dalam surah An-Nur ayat 32, Allah memerintahkan untuk menikahkan orang-orang yang membujang. Sebab, Allah menjanjikan karunia-Nya untuk memberikan kemampuan finansial.
BACA JUGA:Ramadan 2026, KidZania Surabaya Ajak Anak Panti Baitun Nur Eksplorasi Profesi Lewat Program CSR
BACA JUGA:UNESA Kembali Gelar Takjil dan Bukber Gratis Selama Ramadan 2026, Libatkan Seluruh Fakultas
Bunyi terjemahan surat An-Nur ayat 32: Nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu, baik laki-laki maupun perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Memang tidak ada pernikahan seindah negeri dongeng. Termasuk pernikahan dengan kehidupan happily ever after.