Di kota itu, ia mencari seorang ilmuwan inovatif bernama Dr. Euphronious (Annette Bening). Seseorang yang dikenal berani menantang batas antara hidup dan mati. Ia tertarik pada eksperimen yang dianggap mustahil oleh publik.
Frankenstein meminta dibuatkan seorang pendamping. Sang dokter setuju. Eksperimen besar pun dimulai dengan risiko yang sangat tinggi. Keduanya menghidupkan kembali seorang perempuan muda korban pembunuhan.
BACA JUGA:Sinopsis Primate, Ketika Simpanse Kesayangan Jadi Predator Haus Darah
BACA JUGA:6 Pemeran Film Horor Primate, Ada Bintang Dexter dan CODA
The Bride! menawarkan kedalaman emosional yang lebih intens berkat akting memukau dua pemeran utamanya--IMDb
Dari proses yang mengerikan, lahirlah sosok yang kemudian mereka sebut sebagai The Bride of Frankenstein, alias Si Pengantin Frankenstein (Ia diperankan oleh Jessie Buckley dengan sangat memikat).
Kelahiran The Bride menjadi awal dari rangkaian peristiwa tak terduga. Dia bukan sekadar ciptaan yang patuh pada kehendak penciptanya. Seiring waktu, dia menunjukkan kesadaran dan keinginan sendiri.
The Bride mulai mempertanyakan identitas serta tujuan hidupnya. Dalam trailer yang sudah dirilis Warner Bros., kita bisa mendengarnya menolak sebutan Pengantin Frankenstein.
"Bukan. Hanya The Bride saja," ucapnya.
BACA JUGA:Sinopsis Dead of Winter, Perjuangan Seorang Janda Melawan Teror di Tengah Salju Minnesota
BACA JUGA:5 Fakta menarik Dead Of Winter, Emma Thompson Lakukan Persiapan Fisik Ekstrem
Hubungannya dengan Frankenstein berkembang secara kompleks. Dari rasa asing dan canggung, perlahan tumbuh benih ketertarikan yang berbahaya.
Kebangkitan The Bride bukan tanpa konsekuensi. Chicago diguncang oleh serangkaian pembunuhan misterius. Isu kesurupan dan kekuatan gelap menyelimuti mereka. Publik diliputi ketakutan terhadap makhluk yang dianggap melawan kodrat alam.
Jessie Buckley memerankan The Bride dalam film The Bride!--IMDb
Frankenstein dan The Bride pun menjadi buronan. Mereka melarikan diri dari kejaran hukum dan amukan massa. Pelarian itu membawa keduanya ke berbagai sudut kota yang kelam. Di tengah bahaya, cinta mereka justru semakin menguat.
Latar Chicago tahun 1930-an digambarkan dengan detail visual yang memikat. Nuansa noir berpadu dengan atmosfer liingkungan yang mencekam.