Waspada! Ini Ciri Penipuan Tiket Bus dan Kereta Api Lebaran 2026 Bermodus di WhatsApp

Kamis 05-03-2026,12:11 WIB
Reporter : Najwa Nabilla Rachmah
Editor : Mohamad Nur Khotib

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Menjelang periode mudik Lebaran 2026, masyarakat perlu berhati-hati dan memperhatikan ciri-ciri penipuan tiket bus dan kereta api.

Berbagai modus penipuan biasanya memanfaatkan media sosial seperti aplikasi pesan atau percakapan, hingga pemesanan palsu secara online. 

Penipuan model itu umumnya meningkat saat permintaan transportasi melonjak menjelang Lebaran. Situasi tersebut sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menawarkan tiket murah atau promo palsu kepada para calon penumpang. 

Modus penipuan juga terus berkembang dari tahun ke tahun dengan cara yang semakin canggih dan sulit dikenali. Terutama pada penjualan tiket bus dan kereta api yang sering cepat habis, para pelaku akan menyebarkan iklan tiket mudik murah atau penjualan instan dengan menargetkan calon pemudik yang kesulitan mendapatkan tiket melalui jalur resmi. 

BACA JUGA:Cek Sisa Tiket Kereta Api Lebaran untuk Keberangkatan April 2026!

BACA JUGA:Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan, Simak Harga dan Cara Belinya untuk Mudik Lebaran 2026!

Ciri-ciri Penipuan Tiket Bus dan Kereta Api yang Harus Dihindari:

  • Harga tiket jauh lebih murah dari harga normal, pelaku biasanya menawarkan harga yang sangat murah agar calon korban tertarik membeli tiket tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut. 
  • Mengaku sebagai agen resmi tanpa bukti identitas jelas, banyak penipu mengaku sebagai perwakilan agen travel atau operator transportasi namun tidak memiliki alamat kantor atau nomor layanan resmi yang membuat calon korban sulit melakukan verifikasi.
  • Meminta pembayaran melalui rekening pribadi atau e-wallet, pelaku biasanya meminta transfer ke rekening pribadinya dengan alasan pendaftaran atau pemesanan. Padahal transaksi resmi biasanya dilakukan melalui sistem resmi perusahaan transportasi. 
  • Mengirim tautan pemesanan yang mencurigakan, link yang diberikan sering kali menyerupai situs resmi namun sebenarnya itu halaman palsu yang dibuat untuk mengelabui korban.
  • Memberikan tekanan agar segera melakukan pembayaran, pelaku biasanya mengatakan bahwa tiket hampir habis sehingga calon korban panik dan tidak sempat melakukan pengecekan dan akhirnya segera mentransfer uang.
  • Tidak memberikan tiket resmi setelah pembayaran, setelah korban mentransfer uang biasanya pelaku sulit dihubungi atau menghilang tanpa memberikan tiket yang dijanjikan. 

BACA JUGA:Waspada Penipuan Tiket Mudik Gratis 2026 Palsu Yang Meminta Biaya Pendaftaran Via E Wallet

BACA JUGA:Diskon Harga Tiket Pesawat Lebaran 2026, Ini Bocoran Skemanya dari Pemerintah!

Pemilik PO Sumber Alam Anthony Steven Hambali mengimbau calon penumpang agar lebih berhati-hati terhadap keberadaan agen abal-abal. 

Ia juga menyarakan masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi dan pembelian tikel melalui laman resmi perusahaan sebelum melakukan transaksi. 

"Bisa cek di internet untuk menggunakan website resmi perusahaan bus AKAP tersebut," kata Anthony.

BACA JUGA:Diskon Tiket Pesawat dan Kereta Lebaran 2026 Segera Berlaku, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp13 Triliun

BACA JUGA:Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Resmi Dibuka, Harga Mulai Rp74 Ribu dan Bisa Dipesan via HP!

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan memberikan data pribadi maupun melakukan pembayaran sebelum memastikan kebenaran informasi yang diterima. (*)

Kategori :