Menurut Pardew, jika Arsenal akhirnya memenangkan liga musim ini, keberhasilan tersebut mungkin akan selalu disertai catatan kecil dalam sejarah.
Ia menyebut bahwa permainan Arsenal terlihat sangat fungsional—kuat secara fisik, solid, dan efektif—tetapi tidak memiliki keindahan yang biasanya diasosiasikan dengan tim juara besar.
Kritik serupa juga datang dari pelatih Brighton, Fabian Hurzeler. Ia menuduh Arsenal sengaja memperlambat tempo pertandingan melalui berbagai cara untuk merusak ritme permainan.
Aksi Gabriel Magalhaes dalam laga Brighton vs Arsenal, lanjutan Premier League 2025/2026 matchday ke-29, Kamis 5 Maret 2026--Getty Images
Hurzeler bahkan menyatakan bahwa hanya satu tim yang benar-benar mencoba bermain sepak bola dalam pertandingan tersebut.
Ia menyoroti statistik yang menunjukkan Brighton hanya kebobolan satu tembakan tepat sasaran, tetapi tetap kalah. Menurutnya, timnya sebenarnya tampil cukup baik, hanya saja kurang efektif di sepertiga akhir lapangan.
Hurzeler menegaskan bahwa Brighton harus mampu menciptakan lebih banyak peluang jika ingin mendapatkan hasil berbeda
Ketika ditanya tentang komentar Pardew mengenai “tanda bintang” dalam sejarah jika Arsenal menjadi juara, Hurzeler memilih tidak terlalu memperpanjang polemik tersebut.
Ia mengatakan bahwa setiap orang berhak menilai dengan sudut pandang masing-masing, sementara dirinya lebih fokus pada perkembangan tim Brighton sendiri.
BACA JUGA:Arsenal vs Chelsea 2-1, Jurrien Timber Ajak Fans Nikmati Momentum
BACA JUGA:Rating Pemain Arsenal yang Menang 2-1 Lawan Chelsea, Belakang Top, Belakang Flop
Terlepas dari semua kritik, efektivitas Arsenal tidak dapat disangkal. Musim ini mereka telah memenangkan 10 pertandingan liga dengan selisih satu gol.
Selain itu, Arsenal juga mencatatkan 14 clean sheet—rekor pertahanan terbaik mereka pada tahap musim ini dalam 20 tahun terakhir.
Ketangguhan tersebut bahkan tetap terlihat meski mereka kehilangan bek andalan William Saliba karena cedera sebelum pertandingan melawan Brighton.
Hal itu menunjukkan bahwa Arteta telah membangun tim yang sangat solid dan disiplin secara taktik. Pada akhirnya, perdebatan mengenai gaya bermain mungkin akan terus berlanjut. Namun bagi Arsenal, prioritas utama tetaplah hasil.
Jika mereka berhasil mengangkat trofi Premier League pada bulan Mei nanti, keindahan permainan mungkin bukan lagi hal yang terlalu dipersoalkan—karena dalam sepak bola modern, kemenangan sering kali menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. (*)