HARIAN DISWAY - Saat melakukan perjalanan jauh, terutama mudik, tidak sedikit pengendara motor yang mencampur dua jenis bahan bakar berbeda. Seperti, Pertalite (RON 90) dan Pertamax (RON 92).
Kondisi seperti itu umumnya terjadi karena keterbatasan ketersediaan jenis BBM di SPBU sepanjang rute perjalanan. Meski secara teknis mesin tetap dapat beroperasi, hal itu tidak disarankan.
Mencampur bahan bakar dengan angka oktan berbeda berpotensi mengganggu performa motor. Khususnya pada kendaraan yang telah menggunakan sistem injeksi elektronik.
Berikut enam efek yang perlu diwaspadai akibat mencampur Pertalite dan Pertamax:
BACA JUGA:Pertamina Pastikan Kualitas Pertalite Terjaga, Tindak Tegas Pelanggar SOP
BACA JUGA:Pertamina Diminta Ganti Rugi jika Terbukti Motor “Brebet” Usai Isi Pertalite
1. Penurunan Angka Oktan Efektif
CAMPURAN Pertalite dan Pertamax membuat angka oktan berada di tengah, sehingga pembakaran mesin mungkin tidak bekerja seoptimal bahan bakar yang direkomendasikan.-Yandy Koresi-Pinterest
Pertalite memiliki angka oktan RON 90, sedangkan Pertamax RON 92. Ketika keduanya dicampur, nilai oktan dalam tangki akan berada di kisaran tengah, sekitar RON 90–91.
Bagi motor yang dirancang untuk BBM beroktan minimal 92, kondisi ini dapat membuat proses pembakaran tidak mencapai efisiensi optimal.
Sistem ECU (electronic control unit) pada motor injeksi mungkin perlu melakukan penyesuaian ulang, yang berpotensi memengaruhi respons mesin.
2. Risiko Knocking atau Detonasi Dini
KNOCKING atau bunyi “ngelitik” muncul akibat pembakaran yang terjadi terlalu cepat di ruang mesin.-Tudo de motos-Pinterest
Perbedaan angka oktan memengaruhi ketahanan bahan bakar terhadap tekanan dan suhu tinggi di ruang mesin.
BACA JUGA:Dosen ITS Paparkan Penyebab Motor Brebet Usai Isi Pertalite, Tak Sekadar Salah BBM