HARIAN DISWAY - Perang yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan.
Hingga Minggu, 8 Maret 2026, perang di kawasan Timur Tengah itu telah memasuki hari kedelapan dengan rangkaian serangan yang semakin meluas.
Situasi di berbagai wilayah Timur Tengah dilaporkan semakin kompleks. Ketegangan militer tak hanya terjadi di darat dan udara, tetapi juga mulai berdampak pada jalur pelayaran strategis di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
BACA JUGA:Iran Mulai Gelombang Serangan Rudal-Rudal Jenis Baru, Ada Kheibar, Fattah, dan Khorramshahr
BACA JUGA:Jawab Trump, Presiden Iran Nyatakan Negaranya Tak Akan Menyerah ke Amerika
Berikut sejumlah perkembangan terbaru dalam konflik Iran melawan AS dan Israel:
1. IRGC serang kapal tanker berbendera Malta
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah menyerang kapal tanker minyak berbendera Malta bernama Prima di wilayah Teluk Persia pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut kapal tersebut tetap melintas meskipun telah menerima sejumlah peringatan dari Angkatan Laut Iran terkait larangan melintasi Selat Hormuz yang saat ini dinilai berbahaya.
Sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu, Iran disebut menargetkan sejumlah kapal tanker yang diduga memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat maupun sekutunya di jalur pelayaran tersebut.
Teheran juga telah menyatakan penutupan Selat Hormuz dan memperingatkan akan menyerang kapal yang tetap melintas. Meski begitu, Iran menyebut kapal dari negara sekutu seperti China dan Rusia masih diperbolehkan melintas dengan jaminan keamanan.
BACA JUGA:Hari Ketujuh Perang, Iran Lancarkan Operasi Janji Sejati Gelombang 24
BACA JUGA:Rudal Iran Hujani Kota-Kota di Israel, Kerusakan Meluas Saat Sishanud Kewalahan
2. Kapal tugboat UEA tenggelam di Selat Hormuz, tiga WNI hilang
Sebuah kapal tugboat berbendera Uni Emirat Arab (UEA), Musaffah 2 telah dilaporkan meledak dan tenggelam di Selat Hormuz pada Jum'at, 6 Maret 2026. Insiden tersebut mengakibatkan tiga anak buah kapal (ABK) WNI hingga kini masih dinyatakan hilang.
Plt Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah mengatakan bahwa terdapat empat WNI yang tercatat bekerja di kapal tersebut.
"Insiden terjadi di Selat Harmuz, di antara perairan Persatuan Emirat Arab dan Oman pada 6 Maret 2026 sekita pukul 02.00 waktu setempat," ujarnya.