BACA JUGA:Angka Stunting di Jatim Tinggal 14,7 Persen, Pemprov Raih Penghargaan dari BBKBN
BACA JUGA:Dari Desa Bulurejo untuk Negeri: Cara Menghajar Stunting dengan Pangan Lokal”
"Kemungkinan itu terjadi karena orangtua sama-sama bekerja dan anak diasuh pembantu atau neneknya sehingga perhatian akan menu bergizi kurang dapat atensi," jelasnya.
Pemkot Pasuruan sendiri memiliki sejumlah program untuk menekan prosentase stunting daerah. Program SOTH dan Grebek Stunting adalah salah satu komitmen Pemkot Pasuruan dalam menekan angka stunting.
Dengan dukungan Posyandu, kader kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat, Pemkot optimistis angka stunting akan terus menurun dari tahun ke tahun.
Selain itu penyaluran paket PMT yang disalurkan berisi susu, ikan, telur, sayuran, dan ayam. Paket itu akan diberikan secara rutin melalui Posyandu selama 12 minggu.
Diperkirakan bisa menjangkau sebanyak 632 anak balita penerima manfaat di seluruh wilayah Kota Pasuruan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan menurunkan angka stunting. (*)