Cara Menjaga Gula Darah Tetap Stabil Saat Puasa Ramadan

Kamis 12-03-2026,07:39 WIB
Reporter : Salsabila
Editor : Guruh Dimas Nugraha

HARIAN DISWAY - Menjalankan ibadah puasa Ramadan membuat tubuh tidak mendapat asupan makanan dan minuman selama belasan jam.

Kondisi itu dapat memengaruhi kadar gula darah. Terutama jika pola makan saat sahur dan berbuka tidak seimbang.

Gula darah yang terlalu rendah bisa menyebabkan tubuh lemas, pusing, dan sulit berkonsentrasi. Sedangkan gula darah yang terlalu tinggi juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.

Para ahli kesehatan menyarankan agar menjaga pola makan yang tepat selama Ramadan. Dengan memilih makanan yang benar, mencukupi cairan, serta mengatur aktivitas, kadar gula darah dapat tetap stabil. Sehingga puasa bisa dijalankan dengan nyaman. Tanpa mengganggu kesehatan.

BACA JUGA:Cara Aman Jaga Gula Darah saat Buka Puasa Ramadan 2026

BACA JUGA:6 Makanan yang Membantu Menurunkan Gula Darah saat Lebaran

Pilih Karbohidrat Kompleks Saat Sahur


Mau puasa tanpa drama lapar siang hari? Coba sahur dengan oatmeal gurih tinggi serat dan protein!--Pinterest

Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, oatmeal, kentang, dan ubi dianjurkan untuk dikonsumsi saat sahur.

Jenis karbohidrat itu dicerna lebih lambat oleh tubuh. Sehingga energi dilepaskan secara bertahap. Juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil lebih lama selama berpuasa.

Selain karbohidrat, sahur juga sebaiknya dilengkapi dengan protein dan serat. Misalnya, telur, ikan, tempe, sayur, dan buah.

Kombinasi makanan tersebut membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Juga dapat mencegah penurunan gula darah secara drastis di siang hari.

BACA JUGA:9 Cara Mencegah Gula Darah Naik saat Lebaran

BACA JUGA:8 Bahan Alami untuk Mengontrol Kadar Gula Darah secara Tradisional

Jangan Melewatkan Sahur

Sahur merupakan waktu makan yang sangat penting selama Ramadan. Karena menjadi sumber energi utama untuk menjalani aktivitas sepanjang hari.

Melewatkan sahur dapat membuat kadar gula darah turun terlalu cepat. Sehingga tubuh mudah lemas, mengantuk, dan tidak bertenaga.

Kategori :