Founder Harian Disway Dahlan Iskan dan Wakil Rektor IV Unesa Prof Dwi Cahyo Kartiko. -FOTO: BOY SLAMET-HARIAN DISWAY-
Dirut Harian Disway Tomy Gutomo mengatakan, dalam menyajikan pemberitaan, medianya selalu mengedepankan kepentingan publik. Termasuk memberi mereka wadah untuk bersuara di tulisan rubik Disway yang ditulis langsung Dahlan Iskan setiap hari.
”Kami menyebut penggemar yang selalu berkomentar dalam tulisan itu sebagai Perusuh Disway,” celetuknya. Para komentator itu bebas bicara apa saja. Tanpa sensor dari redaksi.
Founder Harian Disway Dahlan Iskan dan Wakil Rekyor IV Unesa Prof Dwi Cahyo Kartiko menunjukkan slayer bertulisan jargon Unesa: Rumah para Juara. -FOTO: BOY SLAMET-HARIAN DISWAY-
Selain tulisan Dahlan Iskan di rubrik Disway, kata Tomy, banyak rubrik yang digemari pembaca. ”Kami juga punya rubrik khusus seperti Cheng Yu,” katanya. Di rubrik itu, setiap orang atau tokoh diulas profilnya. Utamanya soal motto hidup yang nantinya dicarikan padanannya dengan filsafat Tiongkok.
Saat mengulas rubrik itu, Dwi langsung berkomentar. ”Jujur, kalau baca Harian Disway yang saya baca lebih dulu rubrik Cheng Yu itu. Padahal itu halaman terakhir kan ya. Jadi saya membaca Disway dari halaman belakang baru ke depan,” ujarnya dan disambut tawa seisi ruangan. (*)