HARIAN DISWAY - Mikel Arteta tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah Arsenal hanya bermain imbang 1-1 melawan Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis dini hari WIB, 12 Maret 2026.
Hasil tersebut terasa menyakitkan bagi The Gunners (sebutan Arsenal). Karena mereka justru kebobolan dari situasi bola mati, senjata yang biasanya menjadi keunggulan mereka.
Pertandingan sebenarnya berjalan cukup ketat. Arsenal menguasai bola dalam waktu yang lebih lama pada babak pertama, tetapi mereka kesulitan menembus pertahanan rapat Leverkusen.
Serangan yang dibangun beberapa kali mampu mencapai sepertiga akhir lapangan, namun jarang berujung peluang berbahaya.
Momentum berubah setelah turun minum. Leverkusen berhasil memanfaatkan sepak pojok untuk membuka keunggulan melalui gelandang mereka, Robert Andrich.
BACA JUGA:Leverkusen vs Arsenal 1-1, The Gunners Diselamatkan Penalti di Menit Akhir
BACA JUGA:Rating Pemain Arsenal yang Ditahan Imbang Leverkusen 1-1, Terbaik Bukan Kai Havertz
Gol Robert Andrich buka keunggulan bagi Bayer Leverkusen atas Arsenal dalam laga leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis 12 Maret 2026--Uefa.com
Gol tersebut menjadi sorotan utama Arteta. Karena timnya sebenarnya sudah mempersiapkan diri menghadapi ancaman bola mati lawan. Dalam konferensi pers usai laga, ia mengungkapkan bahwa timnya telah mempelajari pola serangan Leverkusen.
Namun di lapangan, para pemain justru kehilangan fokus pada momen penting tersebut. Arteta mengakui bahwa kelengahan kecil itu menjadi penyebab utama terciptanya gol lawan.
"Selalu ada dua sisi dalam situasi seperti itu (bola mati). Lawan memang berhasil menemukan celah kami, tetapi di sisi lain kami juga kurang perhatian dan urgensi," sesal Arteta.
"Padahal kami sudah menunjukkan tiga contoh situasi serupa kepada para pemain sebelum pertandingan," lanjutnya.
BACA JUGA:Peluang Juara Arsenal 27 Persen, Arteta Tatap Leverkusen di Liga Champions
BACA JUGA:Arsenal Dikritik Soal Bola Mati, Rooney Pasang Badan untuk Arteta
Ia menambahkan bahwa Arsenal sebenarnya sudah mengetahui pola serangan yang akan digunakan Leverkusen. Tapi tetap gagal mengantisipasinya dengan baik.