SURABAYA, HARIAN DISWAY - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur menutup rangkaian kegiatan sosialisasi keselamatan berkendara di Terminal Purabaya, Bungurasih, pada Jumat, 13 Maret 2026. Selama kegiatan, kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dan berhasil menjangkau 607 sopir serta kernet bus jelang musim mudik.
Program bertajuk "Polantas Menyapa: Mudik Tertib Berhadiah" ini dilaksanakan pada periode 11 hingga 13 Maret 2026. Mengambil jam operasional antara pukul 13.00 hingga 18.00 WIB, Ditlantas Polda Jatim mematok target sasaran sebanyak 200 awak bus per hari.
Kasi Standar Cegah dan Tindak Subdit Kamsel Polda Jatim AKP Rizki Julianda, mengonfirmasi ratusan awak bus tersebut telah didata dan menyatakan komitmennya untuk tertib di jalan raya. Sebagai bentuk apresiasi kepolisian atas partisipasi tersebut, data ke-607 awak bus ini akan diundi pada hari Senin mendatang untuk mendapatkan hadiah.
“Alhamdulillah, semuanya sopir dan kernet yang kami temui kini telah berkomitmen untuk siap tertib dalam berkendara. Kepada para penumpang yang akan mudik juga berkewajiban harus melaporkan bila terjadi pelanggaran lalu lintas. Tentu demi keselamatan para pengendara,” ujar Rizki kepada Harian Disway.
BACA JUGA:Sukses di Masjid Al Akbar, Ditlantas Polda Jatim Siap Sasar Awak Bus
BACA JUGA:Besok, Jalur Keluar Terminal Purabaya Sisi Timur Dibuka
Dalam pelaksanaannya, polisi menggunakan format sharing dan dialog santai yang diberi nama "Ngopi Bareng Cak Iwan". Melalui program ini, petugas memberikan edukasi terkait kelengkapan administrasi dan keamanan berkendara, membagikan parsel kepada pengemudi dan kondektur, serta memberikan door prize sambil menunggu waktu menjelang berbuka puasa.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim AKBP Edith Yuswo Widodo menjelaskan bahwa angkutan orang sengaja dipilih sebagai sasaran utama sosialisasi ini. Berdasarkan evaluasi kepolisian, kendaraan angkutan orang merupakan penyumbang angka fatalitas kecelakaan lalu lintas tertinggi karena membawa muatan manusia.
Pendekatan dialogis ini sejalan dengan kesadaran para sopir dan kenek bus. Dadang Harianto, seorang sopir Eka Mira, menegaskan bahwa selain memastikan kondisi kesiapan kendaraan, ia wajib menjaga kesiapan para kru guna menghadapi perjalanan panjang. Kepatuhan terhadap lalu lintas juga menjadi kunci keselamatan.
Pengecekan Kesehatan oleh Polda Jatim awak bus yang akan berangkat di Terminal Purabaya Bungurasih Surabaya.-Raden Khansa-Harian Disway-
Senada dengan hal tersebut, Eko Siswanto, pengemudi bus PO Harapan Jaya juga menekankan bahwa kesiapan armada dan fisik sopir adalah dua syarat mutlak yang tidak bisa ditawar demi menjamin keselamatan penumpang hingga tiba di tujuan. (*)