Menurut Pagliuca, panggilan dari klub sekaliber Inter Milan—yang baru saja sukses mencapai babak final Liga Champions—merupakan sebuah tawaran emas yang tidak mungkin diabaikan oleh Vicario.
Dalam wawancaranya bersama media Calciomercato, Pagliuca menegaskan bahwa pindah ke Milan adalah keputusan paling logis. "Bagaimana Anda bisa menolak jika tim yang baru saja masuk final Liga Champions menghubungi Anda?" ujar sang legenda.
Pagliuca menyadari bahwa Vicario memang mengalami penurunan performa jika dibandingkan dengan musim debutnya yang gemilang.
Inter Milan fokus mengincar kiper Tottenham Hotspur, Guglielmo Vicario, pada bursa transfer musim panas 2026/2027.--Instagram @guglielmovicario
Namun, ia membela sang kiper dengan menekankan bahwa kemerosotan ini adalah imbas dari masalah sistemik di Tottenham; mulai dari pergantian pelatih yang mengganggu kestabilan taktik, hingga performa buruk para pemain pengganti saat terjadi rotasi di kompetisi Eropa.
Daya tarik untuk kembali bermain di Italia bersama klub elit tentu menjadi magnet yang sangat kuat.
Inter Milan menawarkan stabilitas dan ambisi di level tertinggi sepak bola Eropa, sangat kontras dengan situasi Tottenham yang kini harus bertarung mati-matian hanya untuk sekadar bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
BACA JUGA:Tottenham Makin Anjlok, Igor Tudor: Stop Playing Victim!
BACA JUGA:Igor Tudor Realistis: Fokus Tottenham Bukan Liga Champions, Tapi Bertahan di Premier League
Analisis Profil dan Momentum Tepat untuk Hengkang
Jika membedah profil dan statistiknya musim ini, angka yang dicatatkan Vicario memang mengkhawatirkan. Ia telah kebobolan sebanyak 62 gol dalam 42 penampilannya di semua kompetisi bersama Tottenham.
Meski begitu, Pagliuca tetap meyakini bahwa pemain berusia 29 tahun tersebut adalah salah satu talenta penjaga gawang terbaik yang dimiliki Italia saat ini.
Menariknya, selain Inter, media La Gazzetta dello Sport juga melaporkan bahwa Juventus melirik Vicario sebagai kandidat kuat penerus Michele Di Gregorio.
Pagliuca memberikan analisis yang sangat objektif. Menurutnya, Vicario memiliki reflek tembakan yang luar biasa saat berada tepat di bawah mistar gawang.
Guglielmo Vicario jadi target utama Inter Milan dan Juventus saat performanya di Tottenham merosot tajam akibat krisis internal klub London tersebut.--Getty Images
Akan tetapi, kelemahan terbesarnya terletak pada keraguannya saat harus keluar dari garis gawang untuk memotong umpan silang lawan.
Meskipun belum sepenuhnya mencapai level "pemain top" dunia, profil Vicario dinilai sangat ideal untuk memenuhi kebutuhan taktik Inter Milan.