LUMAJANG, HARIAN DISWAY – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat pagi, 20 Maret 2026.
Dalam dua kali letusan tersebut, tinggi kolom abu terpantau mencapai hingga 1.000 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukijo, melaporkan erupsi pertama terjadi pada pukul 05.26 WIB dengan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak atau mencapai 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).
BACA JUGA:Semeru Siaga: Erupsi 3 Kali Beruntun, Warga Dilarang Beraktivitas di Radius 5 Km
BACA JUGA:Update Arus Lalu Lintas Hari Ketujuh Operasi Lilin Semeru 2025
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur laut," kata Mukijo dalam laporan tertulis.
Ia menambahkan, saat laporan dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung.
Tak lama berselang, erupsi kedua terjadi pada pukul 06.40 WIB. Pada letusan ini, tinggi kolom abu terpantau sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 mdpl.
"Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 129 detik," ujarnya.
BACA JUGA:Penjualan Tiket KAI Lebaran 2026 Tembus 3,6 Juta, Okupansi KA Jarak Jauh Capai 120 Persen
BACA JUGA:Ini Isi Pertemuan Prabowo–Megawati, Dua Jam Bahas Isu Nasional dan Global
Status Siaga, Warga Diminta Menjauh
Hingga saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Sejumlah rekomendasi telah dikeluarkan untuk mengantisipasi potensi bahaya. Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan, yang berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer.
BACA JUGA:Trump Samakan Serangan AS ke Iran dengan Pearl Harbor, Singgung Jepang di Depan PM Takaichi