NUSANTARA, HARIAN DISWAY – Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk pertama kalinya menyelenggarakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah pada 1 Syawal yang jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Pelaksanaan Salat Idulfitri perdana ini dihadiri langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Perayaan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat keimanan, kebersamaan, serta mempererat silaturahmi masyarakat di kawasan Ibu Kota Nusantara.
BACA JUGA:Gubernur Khofifah Bersama Ribuan Warga Semarakkan Takbir dan Parade Bedug di Masjid Al-Akbar
BACA JUGA:ASN Berpotensi WFA, Sekolah Kembali Daring? Ini Rencana Baru Pemerintah Mulai April 2026
Salat Idulfitri tersebut diikuti ribuan jamaah dan dipimpin oleh Imam Ust. Dr. Ahmad Muzakir, dosen Universitas PTIQ Jakarta.
Sementara khutbah Idulfitri disampaikan oleh Ustaz Prof Abrar Duraesa, dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Sultan Aji Muhammad Idris (Uinsi) Samarinda.
Jemaah memadati Masjid Negara IKN-OIKN-
Makna Kemenangan Idulfitri
Dalam khutbahnya, Abrar Duraesa menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan simbol kemenangan spiritual umat Islam setelah menjalani ibadah Ramadan.
“Kita merayakan kemenangan, bukan kemenangan atas orang lain, tetapi kemenangan atas diri sendiri. Secara batiniah dan dalam semangat Indonesia, pembangunan Ibu Kota Nusantara juga bertujuan untuk mewujudkan pemerataan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Abrar.
BACA JUGA:Prabowo Alokasikan 90.000 Hektare Lahan PBPH Miliknya untuk Konservasi Gajah Sumatera
BACA JUGA:Kunjungan Perdana Prabowo ke IKN, Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur
Ia juga mengingatkan pentingnya rasa syukur karena masih diberikan kesempatan untuk merayakan Idulfitri tahun ini. Selain itu, jamaah diajak untuk terus meningkatkan kualitas keimanan dan berharap dapat kembali dipertemukan dengan Ramadan di tahun mendatang.
Momentum Kebersamaan di IKN
Selama bulan Ramadan, Masjid Negara IKN telah menjadi pusat kegiatan keagamaan. Berbagai aktivitas digelar mulai dari salat berjamaah lima waktu, tarawih, safari Ramadan, hingga puncaknya Salat Idulfitri berjamaah untuk pertama kalinya.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengajak masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperbaiki hubungan spiritual dan sosial.