Puncak Arus Balik Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan 26 Maret, Polri Kembali Terapkan One Way

Minggu 22-03-2026,21:52 WIB
Reporter : Agustinus Fransisco
Editor : Doan Widhiandono

Koordinasi lintas instansi pun telah dilakukan. Mulai dari Kepolisian, Kementerian Perhubungan, hingga operator jalan tol seperti Jasa Marga dan Jasa Raharja, semuanya terlibat dalam memastikan skema itu berjalan lancar.

Sebelumnya, pemerintah memang sudah memprediksi bahwa arus balik Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 Hijriah akan terjadi pada 24 Maret. Maka, berbagai langkah antisipasi disiapkan jauh-jauh hari.


Kemenhub Terapkan Contraflow dan One Way di Tol Japek–Jagorawi---Dok. Jasa Marga

Di sisi lain, pemerintah juga memberikan alternatif solusi untuk mengurangi kepadatan. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengimbau masyarakat agar tidak kembali secara bersamaan.

"Bisa kembali. Silakan pada 25, 26, 27 sampai dengan 29 Maret. Sehingga arus balik ini bisa tersebar di setiap hari," katanya.

BACA JUGA:Penumpang Kereta Lebaran 2026 Tembus 174 Ribu, Okupansi 108 Persen, Barang Hilang Meningkat

BACA JUGA:Penjualan Tiket KAI Lebaran 2026 Tembus 3,6 Juta, Okupansi KA Jarak Jauh Capai 120 Persen

Imbauan itu sejalan dengan kebijakan work from anywhere (WFA) yang diberlakukan pemerintah. Dengan adanya fleksibilitas bekerja dari mana saja, masyarakat diharapkan bisa mengatur jadwal perjalanan pulang secara lebih longgar.

Menurut Aan, pengaturan waktu perjalanan itu bukan tanpa alasan. Tujuannya adalah untuk menciptakan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan lancar bagi semua pengguna jalan.

Jika arus kendaraan bisa tersebar, maka potensi kemacetan panjang pun dapat diminimalkan. Kombinasi rekayasa lalu lintas dan kesadaran masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan, diharapkan arus balik Lebaran 2026 berjalan lebih tertib. (*)

Kategori :