HARIAN DISWAY - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memantau langsung puncak arus balik Lebaran gelombang pertama yang terjadi pada 24-25 Maret 2026.
Pemantauan dilakukan pada Rabu, 25 Maret 2026 dini hari di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta.
Kedua pejabat turun langsung menyapa para pemudik yang kembali dari berbagai daerah.
Sejumlah penumpang terlihat tiba dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatera. Mereka merupakan bagian dari program mudik gratis maupun pemudik mandiri yang kembali ke ibu kota secara bertahap.
Suasana terminal terpantau relatif kondusif dengan arus kedatangan yang mengalir tanpa lonjakan signifikan.
BACA JUGA:Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret Besok, Pemerintah Imbau Pemudik Manfaatkan Diskon Tol 30 Persen
Menhub Dudy menjelaskan, arus balik tahun ini tidak hanya terpusat pada satu waktu. Selain gelombang pertama, lonjakan diperkirakan kembali terjadi pada 28–29 Maret.
Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan flexible working arrangement (FWA) alias Working From Anywhere (WFA) yang memberi keleluasaan masyarakat mengatur jadwal perjalanan.
“Ada masyarakat yang menggunakan FWA sebagaimana yang kita imbau, supaya mereka bisa merencanakan perjalanan dengan baik, sehingga kita juga dapat mendistribusikan pengangkutan Lebaran dengan baik,” ujar Menhub Dudy dalam pernyataan resminya.
Menurutnya, kebijakan tersebut berdampak positif. Kepadatan di jalan tol tidak terlalu tinggi, sementara arus kendaraan masuk berlangsung lebih merata.
Kondisi ini dinilai membantu distribusi lalu lintas selama periode Lebaran menjadi lebih terkendali.
BACA JUGA:Cek Kendaraan setelah Ritual Mudik, Ini yang Wajib Diperiksa agar Tak Jadi Masalah