Dia yang menceritakan kisah tujuh pemuda Korea yang pada 1896 menyeberangi lautan untuk menempuh pendidikan di AS. Di sana mereka bertemu dengan produser musik dan ahli etnologi Alice C. Fletcher.
BACA JUGA:Akhirnya! BTS Rilis Teaser MV Swim, Terinspirasi Mitologi Yunani?
BACA JUGA:Netflix Rilis Trailer BTS: THE RETURN, Kupas Tuntas Perjalanan Comeback ARIRANG
Ketujuh orang itu, untuk kali pertama, merekam Arirang, sebuah lagu rakyat legendaris yang sudah ada sejak abad ke-14. Lee juga mencatat bahwa kata arirang berkaitan dengan kerinduan mendalam akan orang-orang terkasih. Yang menurutnya cocok dengan kisah BTS.
Dalam konteks itu, lagu Arirang di-sampling dalam lagu pembuka album, Body to Body. Pada hari terakhir di L.A., RM khawatir bahwa lagu tersebut mengandung terlalu banyak elemen yang berbeda.
V dan RM khawatir, memasukkan terlalu banyak bagian dari Arirang akan terasa terlalu berlebihan. J-Hope setuju. "Ini bagus sih. Bagaimana kalau bagian yang panjang dipakai saat konser saja?," Suga mengusulkan.
Chairman HYBE, Bang Si Hyuk akhirnya buka suara. Ia ingin bagian Arirang lebih panjang. "Bayangkan gimana rasanya melihat puluhan ribu orang asing ikut bernyanyi bersama lagu itu. Mereka bakal penasaran dan ingin tahu sejarah Korea," katanya.
Agensi mengingatkan mereka bahwa target audiens mereka sekarang lebih global. "Aku percaya mereka akan mendapatkan lebih banyak (keuntungan) tanpa kehilangan terlalu banyak secara musikal," kata Bang Si Hyuk di salah satu adegan BTS: The Return.
BACA JUGA:BTS Rilis Trailer Animasi ARIRANG, Kenalkan Sejarah Tujuh Pemuda Korea di Era 1896
BACA JUGA:8 Produser Top di Balik Album BTS ARIRANG, Ada Diplo dan Vokalis OneRepublic
4. Transformasi Pasca-Wajib Militer
BTS: The Return secara jelas memperlihatkan cuplikan saat para anggota memotong rambut mereka dan mengenakan seragam militer, berbanding terbalik dengan kehidupan glamor di panggung.
Film dokumenter itu mengeksplorasi bagaimana waktu yang mereka habiskan di militer mengubah perspektif mereka terhadap waktu dan karier.
RM berbicara tentang bagaimana waktu di barak terasa berlalu begitu saja. Namun di LA, setiap detik terasa sangat berharga. Karena deadline yang ketat tadi. Perubahan fisik dan mental sangat terlihat dalam cara mereka bekerja di studio.
Mereka menjadi lebih mandiri, lebih tenang, namun memiliki dedikasi yang lebih tajam dibandingkan era sebelumnya. Enam dari tujuh anggota tercatat sebagai penulis lagu dalam album ini, membuktikan pertumbuhan artistik yang signifikan.
BACA JUGA:Pecah! Trailer Konser Comeback BTS ARIRANG Dirilis Netflix, RM dkk Cool Banget
BACA JUGA:Comeback BTS Superseru! Netflix Rilis Teaser Konser, Google Hadirkan Game Interaktif