Analisis Polisi tentang Pembunuh Turis Belanda di Bali: Pelaku Orang Terlatih

Jumat 27-03-2026,14:18 WIB
Oleh: Djono W Oesman

Polisi menduga, pembunuh turis Belanda Rene Pouw, 49, di Vila Amira, Badung, Bali, dua  pria terlatih. “Tindakan mereka cepat dan terarah,” kata Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba kepada wartawan. 

ESTIMASI tersebut berdasarkan hasil penyelidikan selama tiga hari terakhir sejak pembunuhan, Senin malam, 23 Maret 2026. Penyelidikan dari hasil wawancara dengan lima saksi dan pengamatan rekaman kamera CCTV.

Berdasarkan keterangan saksi kepada polisi, beberapa hari sebelumnya ada pria yang mondar-mandir di sekitar TKP, Vila Amira, Banjar Anyar Kelod, Kerobokan, Kuta, Badung, Bali. Pria itu bahkan sempat bertanya kepada orang di sekitar vila tentang keberadaan korban Pouw di vila tersebut.

Pouw menempati vila itu bersama pacarnya Pujiani, 30, warga Legian, Kuta, Bali, sejak Jumat, 20 Maret 2026. Mereka menghuni vila nomor tiga. 

BACA JUGA:Pembantaian Turis Belanda di Vila Amira, Kuta, Bali: DNA PelakuTertinggal

BACA JUGA:Dugaan Penyebab Pembunuhan Cucu Tokoh Betawi Mpok Nori, Pelaku Menganggur

Orang yang ditanya terduga pelaku kebetulan tidak tahu keberadaan Pouw. Mungkin karena saat itu Pouw belum menghuni vila tersebut. Atau, Pouw baru check in sehingga belum diketahui orang sekitarnya.

Dari kesaksian itu polisi tahu bahwa pelaku waktu itu sedang orientasi medan buruan dan memastikan keberadaan target. 

Pada saat kejadian, berlangsung sangat cepat. Senin, 23 Maret 2026 sekitar pukul 22.30 Wita, Pouw dan Pujiani keluar kamar vila. Mereka jalan kaki bersama dua anjing yang masing-masing talinya mereka pegang. Belum diumumkan, anjing jenis apa.

Mendadak terjadilah pembunuhan Pouw. Tepatnya pembantaian. Belasan tikaman pisau menghujani tubuh Pouw. Dua pria pelaku juga memburu Pujiani. Pujiani lolos. Dia lari lalu sembunyi di kegelapan dekat vila nomor empat.

AKBP Joseph: “Peristiwanya sangat tiba-tiba, tanpa bisa diketahui (saksi) bagaimana awalnya. Berarti para pelaku bertindak cepat, terarah, efisien. Itu tanda orang terlatih.”

BACA JUGA:Pembunuhan Cucu Mpok Nori Terungkap, Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Sumatera

BACA JUGA:Pembunuhan Gadis di Kamar Hotel di Medan: Kasus Misoginistik

Kedua pelaku naik motor Honda Vario hitam. Polisi belum mengumumkan nomor motor tersebut. Entah polisi sudah tahu nomornya atau belum. 

Pelaku yang mengemudi motor mengenakan jaket ojek online warna hijau hitam. Berhelm hitam serta bermasker biru. Praktis, cuma kelihatan matanya. Pria satunya mengenakan kaus oranye, tanpa helm tanpa masker. Profil wajah pelaku yang ini yang bisa dikenali saksi.

Kategori :