BACA JUGA:Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran, 900 Pemudik Pulang Bareng ke Jakarta
BACA JUGA:Update Harga BBM Pertamina Per 1 April 2026 di Seluruh Wilayah, Simak di Sini!
Namun, pengembangan EBT tidak hanya menyasar sektor industri dan komersial. Pertamina juga mendorong pemanfaatan energi bersih di tingkat masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB).
Hingga kini, sebanyak 252 desa telah terlibat dalam program tersebut. Berbagai sumber energi alternatif dikembangkan, mulai dari panel surya, mikrohidro, hingga biogas.
"Kami berharap dengan pemanfaatan energi transisi, masyarakat desa tak hanya memiliki ketahanan energi, tapi juga penggerak aktivitas ekonomi,” ungkap Baron.
BACA JUGA:Pertamina dan INPEX Perkuat Kerja Sama Proyek LNG Abadi Blok Masela di Jepang
Dampaknya tidak hanya pada sektor energi, tetapi juga ketahanan pangan. Dari 252 desa tersebut, sebanyak 156 desa tercatat mampu memproduksi 15,8 ribu ton beras dan 890,4 ton bahan pangan non-beras.
Ke depan, Pertamina berkomitmen memperluas inisiatif berbasis energi bersih sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat.
Targetnya bukan hanya menghadapi tekanan global, tetapi juga membangun kemandirian energi nasional.
Langkah ini juga sejalan dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang menargetkan peningkatan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional.
Dengan percepatan ini, Pertamina tidak hanya berperan sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai motor transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan dan rendah emisi di Indonesia. (*)