Super Pippo dan Nostalgia Penyerang Maestro

Sabtu 04-04-2026,11:51 WIB
Oleh: Eri Irawan


--

Teriakan dari fans AC Milan sangat akrab untuk Inzaghi, "Pippo Inzaghi, segna per noi." Cetak gol untuk kami. Dan Inzaghi selalu punya cara untuk mengabulkannya, bahkan melalui gol-gol yang tipis garis offside.

Saking gemasnya, Sir Alex Ferguson, pelatih Manchester United, menyebutnya Inzaghi "lahir dalam posisi offside" karena gol-gol yang berbau offside.

Namun, sebagian penyerang andalan Italia bernasib sial saat Piala Dunia. Roberto Baggio dicintai semua orang: seorang jenius berambut kuncir yang meluncur melewati para bek seolah-olah mereka hanyalah bayangan.

Baggio menjelma menjadi ikon, dan bahkan bagian emosi dari kehidupan para penggemar sepak bola di masanya.

Goal menulis, "Berkisah tentang sosok Baggio kepada yang tak pernah melihatnya memainkan laga adalah tantangan lintas generasi: bagaimana mungkin menceritakan sesuatu yang nyaris mustahil untuk dijelaskan ke dalam kata-kata?"

Jurnalis Dov Schiavone menyebut Baggio mampu melampaui persaingan klub. "Semua orang mencintai Baggio. Baggio adalah salah satu pemain terbaik yang pernah saya lihat, dan jelas pemain Italia terbaik yang pernah saya saksikan pertandingannya. Kemampuan untuk membuat permainan terlihat begitu mudah adalah kemampuan yang hanya dimiliki oleh beberapa orang, dan Baggio adalah salah satunya," tulisnya di buku terbitan Pitch Publishing ini.

Baggio memberikan segalanya untuk tim nasional Italia. Sebelum melawan Brasil di final Piala Dunia 1994. dia telah mencetak lima gol selama turnamen. Tak ada yang menyangka tendangannya saat adu penalti melawan Brasil meleset, bola melambung di atas gawang Taffarel.

Sementara itu, Antonio Di Natale sempat dihujat habis-habisan setelah Italia kalah 2-3 dari Slowakia pada Piala Dunia 2010. Dia dianggap pemain "kampung" karena gagal memanfaatkan peluang emas untuk mencetak gol.

La Gazzetta dello Sport memberi Di Natale skor 4,5 dari sepuluh, mengatakan bahwa dia "telah dihancurkan oleh panggung yang membuatnya kecil".

Apa boleh buat. Itulah sepak bola. Namun Italia tetap Italia. Suatu saat kita akan melihat bunga-bunga itu tumbuh di atas aspal.(*)

* Penulis adalah anggota DPRD Surabaya yang sejak lama punya ketertarikan pada sepak bola.

Kategori :