Jukir Vs Warga, Komisi C DPRD Surabaya Dukung Digitalisasi Parkir dan Tekankan Adaptasi

Kamis 09-04-2026,14:13 WIB
Reporter : Mirna Maulani Firnanda
Editor : Noor Arief Prasetyo

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Beredar sebuah video di akun media sosial Instagram, viralforjustice.co memperlihatkan sejumlah warga dan jukir (juru parkir) di area Manyar-Kertoarjo terlibat adu mulut pada Selasa, 7 April 2026 malam hari. 

Kerusuhan tersebut terjadi imbas dari penyeragan yang dilakukan oleh sejumlah jukir terhadap pimpinan viralforjustice pada pagi hari, Selasa, 7 April 2026 usai sosialisasi digitalisasi parkir. 

Sejumlah satpam di area setempat pun turut membantu melerai kegaduhan yang terjadi pada malam itu. Beberapa anggota kepolisian juga berdatangan ke lokasi kejadian untuk mengamankan area Manyar-Kertoarjo dan sekitarnya. 

Viralnya video tersebut turut menuai pro dan kontra dari masyarakat dan DPRD Kota Surabaya. 

BACA JUGA:Warga Gunung Anyar Tambak Keluhkan Banjir, Komisi C DPRD Surabaya Dorong Kajian Drainase

BACA JUGA:Aksi Tawuran di Jalan Moestopo, Komisi A DPRD Surabaya Minta Pemkot Tingkatkan Patroli

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan menegaskan bahwa DPRD Surabaya mendukung penuh program digitalisasi parkir yang diinisiasikan oleh pemerintah kota Surabaya. Eri menyebutkan bahwa program tersebut harus terus didorong agar dapat dijalankan menyeluruh di Surabaya. 

"Jadi kita sudah pada posisi tidak bisa balik lagi mundur. Secara bertahap, dan nanti semuanya akan mengikuti sistem ini" ujar Eri pada Harian Disway pada Kamis, 9 April 2026.

Politisi PDIP tersebut juga menekankan bahwa program digitalisasi parkir tersebut tidak semata-mata untuk meminimalisir kebocoran pendapatan parkir pada pendapatan asli daerah (PAD), tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan parkir di Surabaya. 

Tanggapan yang sama juga disampaikan oleh anggota dewan Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto. Achmad mengatakan bahwa program terobosan pemkot Surabaya ini sangat bagus untuk mengurangi potensi kebocoran PAD di sektor parkir tepi jalan umum (TJU). 

BACA JUGA:Camelia Habiba Jalani Pemeriksaan Kasus Bimtek DPRD Surabaya di Polrestabes

BACA JUGA:Pembatasan Medsos Anak, DPRD Surabaya Minta Kajian Soal Ekskul Gim Online di Sekolah

"Saran saya, memang perlu bertahap di beberapa titik atau kecamatan terlebih dahulu agar dapat beradaptasi secara perlahan" ujar Achmad pada Harian Disway.

Achmad juga menekankan perlunya kerja sama antara pemerintah kota Surabaya dengan para pemangku kepentingan lainnya seperti Dishub Surabaya dan jukir dalam menyikapi perubahan tersebut. 

"Ya saya berharapnya dapat segera menemukan titik temu kesepakatan dengan pemerintah kota, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di lapangan" tutup Achmad. 

Kategori :