Krisis Selat Hormuz Berlanjut, Bahlil Beberkan Realita Stok LPG RI

Kamis 09-04-2026,12:35 WIB
Reporter : Abidah Hayu Anggonoraras
Editor : Mohamad Nur Khotib

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa ketersediaan LPG nasional tetap aman, meski tekanan global meningkat akibat penutupan Selat Hormuz.

Dari sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Australia, kini Indonesia telah mengamankan pasokan energi tersebut untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari,” kata Bahlil usai menghadiri Rapat Kerja Pemerintah di Istana Negara, Jakarta pada Rabu, 8 April 2026.

BACA JUGA:Trump Isyaratkan Akan Serang Fasilitas Listrik Iran jika Selat Hormuz Tidak Dibuka Besok

BACA JUGA:Trump Todong Iran untuk Buka Selat Hormuz, Iran Balas Ancam Tutup Bab el-Mandeb

Pada momen yang sama, Bahlil menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pasokan tambahan LPG akan segera datang.

Saat ini, proses komunikasi intens terus dilakukan terhadap kapal pengangkut agar bisa segera memasuki wilayah Indonesia. 

Pemerintah menekankan bahwa jalur Selat Hormuz bukan penopang utama distribusi LPG Indonesia, sehingga gejolak geopolitik di kawasan tersebut tidak memberi dampak langsung.

BACA JUGA:Menjaga Nadi Digital di Selat Hormuz: Mengantisipasi 'Kiamat' Internet Global

BACA JUGA:DK PBB Tunda Voting Penggunaan Militer untuk Buka Selat Hormuz Karena Jumat Agung

Dari berbagai negara mitra, Indonesia mendapatkan pasokan LPG untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

“Kita sudah ambil dari Australia, dari Amerika dan beberapa negara lain,” ucap Bahlil.

Selain itu, melalui diversifikasi sumber pasokan, pemerintah memastikan kebutuhan energi nasional tetap terjaga.

BACA JUGA:Harga Pupuk Meroket Imbas Penutupan Selat Hormuz, Pupuk Indonesia: Stok Aman

BACA JUGA:Krisis BBM Imbas Penutupan Selat Hormuz, Filipina Impor Minyak dari Rusia

Sebelumnya, sebagian minyak mentah Indonesia memang masih dipasok dari kawasan Timur Tengah, namun kini alternatif dari sejumlah negara lain telah disiapkan.

“Total yang kita ambil dari Selat Hormuz untuk crude sekitar 20–25 persen. Dan kita sudah mampu mendapatkan penggantinya dari beberapa negara seperti Angola, Afrika, Nigeria, Amerika dan beberapa negara lain,” Jelas Bahlil

Pemerintah tetap yakin ketahanan energi nasional akan terjaga, meski dinamika global berlangsung, berkat langkah diversifikasi sumber pasokan yang telah dilakukan. “Jadi kita Insyaallah sudah clear lah,” akhirnya. (*)

*) Abidah Hayu Anggonoraras, peserta magang dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Kategori :