HARIAN DISWAY - Pelatih baru Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, mengambil langkah tidak biasa dalam upaya menyelamatkan timnya dari ancaman degradasi Premier League.
Ia mengajak seluruh skuad makan malam mewah sebagai bagian dari strategi membangun kembali mental dan kebersamaan tim di tengah situasi sulit.
Dalam usaha mengangkat moral tim, De Zerbi mengadakan jamuan makan di restoran mewah Bacchanalia yang terletak di kawasan elit Mayfair, London.
Langkah tersebut dilakukan tak lama setelah kekalahan 1-0 dari Sunderland dalam laga debutnya sebagai pelatih Spurs. Hasil itu membuat Tottenham terjerumus ke zona degradasi untuk pertama kalinya dalam 17 tahun terakhir.
Restoran yang dikenal dengan konsep “pelarian dari realitas” itu terasa simbolis bagi kondisi tim yang tengah terpuruk. Sejak pergantian tahun, Tottenham belum meraih satu pun kemenangan di liga, membuat tekanan semakin besar menjelang akhir musim.
BACA JUGA:Sunderland vs Tottenham 0-1, De Zerbi: Spurs Butuh Figur Ayah, Bukan Sekadar Pelatih
BACA JUGA:Tottenham Berada di Titik Terendah: Kalah, Dicurangi VAR, dan Kehilangan Cristian Romero
Debut pahit De Zerbi: Spurs kalah 1-0 dari Sunderland, sang pelatih kini fokus benahi mental dan kepercayaan diri pemain untuk lolos dari zona degradasi.--AFP
Alih-alih langsung fokus pada aspek taktik, De Zerbi memilih pendekatan psikologis. Ia menilai kondisi mental pemain menjadi masalah utama yang harus segera diperbaiki jika tim ingin bertahan di kasta tertinggi.
“Tugas saya sekarang bukan soal melatih gaya bermain, tapi membantu para pemain secara mental,” katanya. Ia juga menekankan bahwa situasi tim membutuhkan dorongan kepercayaan diri.
“Kami tidak bisa hanya bicara soal taktik. Para pemain butuh kepercayaan diri dan energi baru,” ujarnya. De Zerbi bahkan menyebut enam laga sisa sebagai ujian besar.
“Ini bukan hanya soal sepak bola, ini soal karakter. Kami harus berjuang sampai akhir,” tambahnya.
BACA JUGA:Sunderland vs Tottenham 1-0, Debut De Zerbi Tak Mampu Selamatkan Spurs
BACA JUGA:Tottenham Terlempar ke Zona Degradasi, Ini Rencana Roberto De Zerbi
Pendekatan ini berbeda dari pelatih sebelumnya, Igor Tudor, yang dikenal lebih keras. Tudor sempat melakukan pendekatan serupa, namun gagal dan dipecat setelah kekalahan telak dari Arsenal.