SMPN 26 Surabaya di Puncak, Gianluigi Akmal Juara JD Lead Climbing Cup 2026

Minggu 19-04-2026,19:17 WIB
Reporter : Quinnie Nurahmah Insania
Editor : Salman Muhiddin

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Gianluigi Akmal Adhipramana, siswa SMPN 26 Surabaya, berhasil meraih juara pertama dalam kategori putra SMP pada ajang Johanes Dipa (JD) Lead Climbing Cup 2026. Kejuaraan itu diselenggarakan pada 19 April 2026 di SMA YPPI II Surabaya.

Gianluigi sukses mencapai titik puncak, mengalahkan pesaing-pesaingnya. Ia mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaiannya dan menilai kemenangan ini sebagai hasil dari latihan yang konsisten.

"Saya senang bisa jadi juara. Persiapannya dengan latihan rutin dan fokus saat lomba. Semoga ke depannya bisa ikut kompetisi yang lebih tinggi lagi," ujar Gianluigi.

Ketua panitia, Didik Waluyo menjelaskan bahwa kompetisi itu merupakan bagian dari agenda tahunan yang bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat ekstrakurikuler di kalangan pelajar Surabaya.

Kompetisi itu diikuti oleh 24 sekolah se-Surabaya, dengan rincian 18 sekolah tingkat SMP dan 6 sekolah tingkat SMA.

Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Cabang Surabaya, R. Widjang DR mengatakan bahwa panjat tebing di Surabaya terus berkembang, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

BACA JUGA:Jalur Final Sulit, Deani Reta Kusuma Juara SMA Putri JD Lead Climbing Cup 2026 Surabaya

BACA JUGA:Mental Juara! Siswi SMPN 2 Surabaya Taklukkan Jalur Sulit di Final JD Lead Climbing Cup 2026

"Kami punya banyak kejuaraan, mulai dari usia 7 tahun hingga junior 19 tahun, termasuk kompetisi JD ini untuk tingkat SMP dan SMA," jelas Widjang.

Selain itu, kompetisi ini menjadi ajang persiapan bagi para siswa yang akan mengikuti seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kota untuk cabang panjat tebing.

Fathur Roji, atlet panjat tebing Surabaya yang pernah mengikuti PON, menilai kompetisi seperti ini sangat penting untuk mengembangkan minat dan bakat siswa sejak dini.

"Kompetisi seperti ini dapat menumbuhkan minat dan merangsang siswa untuk berprestasi. Semakin sering kompetisi, semakin banyak siswa yang tertarik untuk ikut," ujar Fathur yang juga tengah mempersiapkan diri menuju PON keempat.

Fathur juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas di sekolah untuk mendukung pembinaan atlet, karena fasilitas di Surabaya masih terbatas, terutama di sekolah-sekolah. (*)

*) Peserta Magang Kemnaker RI

Kategori :