K-Popers Bersiap! RI–Korsel Bahas Penambahan Konser K-Pop di Indonesia

Kamis 23-04-2026,10:15 WIB
Reporter : Abidah Hayu Anggonoraras
Editor : Mohamad Nur Khotib

Informasi tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian setelah menghadiri forum “Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth” di Seoul pada Rabu, 1 April 2026.

"Dalam pertemuan tersebut ditandatangani MoU dengan nilai 10,2 miliar USD atau sekitar Rp173 triliun," kata Airlangga kepada awak media pada saat di Seoul.

Airlangga menjelaskan, kolaborasi itu meliputi sejumlah sektor strategis, seperti energi dan transisi hijau, termasuk pengembangan tenaga surya, teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS), hingga energi terbarukan.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang, Pastikan Stok Beras Aman di Tengah Krisis Global

BACA JUGA:Prabowo di Hadapan Ketua DPRD se-Indonesia; Partai Boleh Beda, Asalkan Tetap Cinta Tanah Air

Di samping itu, kolaborasi tersebut juga mencakup bidang industri dan manufaktur, mulai dari baja, baterai, hingga transportasi yang ramah lingkungan.

"Dalam investasi tersebut juga termasuk sektor digital dan AI. Kemudian properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan di Bumi Serpong Damai, dan kerja sama bisnis dan asosiasi antara Kadin, KCCI, terutama untuk mendorong bisnis komitmen," tambahnya.

Airlangga juga menyampaikan, sejumlah perusahaan besar dari Korea mempertegas komitmen investasi di Indonesia. Di antaranya pengembangan industri baja oleh POSCO serta minat investasi dari Lotte yang membuka peluang kolaborasi dengan Danantara sebagai mitra.

BACA JUGA:Usai Kunjungan ke Rusia–Prancis, Prabowo Pacu Kerja Sama Energi dan Amankan Pasokan Minyak

BACA JUGA:Prabowo Ikut Retret DPRD se-Indonesia, Wartawan Diminta Keluar saat Sesi Inti

Ia menambahkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menilai hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan melengkapi capaian dari kunjungan sebelumnya ke Jepang yang telah menghasilkan komitmen investasi sebesar USD 23,6 miliar atau sekitar Rp401 triliun.

"Artinya kunjungan Bapak Presiden ke dua negara ini menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp574 triliun," kata Airlangga.

Ia menilai capaian itu mencerminkan Indonesia tetap menarik sebagai tujuan investasi, meski situasi geopolitik global sedang tidak pasti.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Dharma Santi 2026: Ajak Umat Hindu Perkuat Persatuan

BACA JUGA:Penuhi Tenggat Satu Minggu, Menteri ESDM Bahlil Laporkan Pembenahan Izin Tambang ke Presiden Prabowo

"Ini sebuah angka yang sangat signifikan karena Indonesia dalam situasi geopolitik yang tidak menentu ini masih menjadi daya tarik lbagi para investor baik dari Jepang maupun Korea," tambahnya. (*)

Kategori :