HARIAN DISWAY - Tidak ada ampun bagi Liam Rosenior. Serentetan hasil buruk dalam sebulan terakhir mendorong manjaemen The Blues memecat pelatih 41 tahun tersebut.
Tim asal London tersebut menelan lima kekalahan beruntun di liga tanpa mencetak satu gol pun. Sebuah rekor buruk yang kali terakhir terjadi lebih dari satu abad lalu. Tepatnya pada 1912.
Sebulan lalu, mereka juga dibantai Paris Saint-Germain (PSG) di babak 16 Liga Champions. Tidak tanggung-tanggung, skornya 2-8. Chelsea masih survive di Piala FA. Tapi itu tidak berguna di mata manajemen.
"Liam selalu bertindak dengan integritas dan profesionalisme tertinggi sejak penunjukannya di pertengahan musim," begitu pernyataan Chelsea, dikutip dari BBC.
BACA JUGA:Chelsea Disikat Brighton 0-3, Liam Rosenior Tak Bisa Pasang Badan Lagi
BACA JUGA:Brighton vs Chelsea 3-0, Performa Terburuk The Blues Sejak 1912
"Ini bukan keputusan yang diambil klub dengan mudah. Namun hasil dan performa baru-baru ini benar-benar di bawah standar yang diperlukan. Padahal masih banyak yang harus diperjuangkan musim ini," lanjut pernyataan klub.
Pemecatan tersebut terjadi hanya sekitar tiga bulan sejak Rosenior ditunjuk sebagai pelatih kepala pada 6 Januari. Rosenior menggantikan Enzo Maresca, yang sebelumnya meninggalkan klub akibat masalah dengan jajaran manajemen.
Liam Rosenior sebut performa Chelsea memalukan usai dibantai Brighton 0-3, catatkan rekor tanpa gol terburuk sejak 1912 dan turun ke peringkat tujuh klasemen.--Getty Images
Dengan latar belakang sebagai pelatih di Strasbourg—klub yang masih berada dalam jaringan kepemilikan yang sama—Rosenior awalnya dipandang sebagai sosok yang tepat untuk melanjutkan proyek klub. Namun, harapan tersebut tidak bertahan lama.
Menariknya, awal masa kepemimpinan Rosenior sempat berjalan positif. Sepanjang Januari, mereka menyapu enam kemenangan, termasuk atas Napoli di fase grup Liga Champions. Hanya Arsenal yang mampu mengalahkan mereka.
BACA JUGA:Chelsea Siap Cuci Gudang! Liam Rosenior Bocorkan Rencana Perombakan Skuad Musim Panas 2026
BACA JUGA:Chelsea Tak Akan Pecat Rosenior Meski Alami Rentetan Hasil Buruk, Mengapa?
Namun, tanda-tanda penurunan mulai terlihat ketika tim gagal mengamankan keunggulan dalam beberapa laga penting. Termasuk saat kebobolan di menit akhir melawan West Ham dan Wolverhampton.
Memasuki fase krusial musim, performa Chelsea justru semakin merosot. Sejak Maret, tim kesulitan menemukan konsistensi dan terus kehilangan poin.