"Masyarakat sangat tenang, tidak ada gejolak. Program BBM Satu Harga ini luar biasa, apalagi di wilayah timur seperti Papua," kata Nanik. "BBM Satu Harga saja ini sudah kerja keras, pada saat kenaikan BBM di negara lain, Indonesia masih bertahan," katanya.
BACA JUGA:Harga BBM April 2026 Naik, Ini Perbandingan Harga Pertamina vs BP vs Vivo Energy
BACA JUGA:Pertamina Gelar Pasar Murah, Bantu Masyarakat Prasejahtera di Berbagai Daerah
"Pertamina benar-benar menjalankan fungsi sebagai agent of development. Saya senang Pertamina memberikan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat," tambah perempuan yang juga wakil kepala Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut.
Nanik menjelaskan, tingkat ketahanan stok BBM di Sorong bahkan lebih tinggi dibandingkan wilayah Jawa. Pertamina pun optimistis kebutuhan energi masyarakat di Papua Barat Daya dapat terus terpenuhi dengan baik.
"Di Jawa, stok sekitar 10 hari. Sementara di Sorong bisa mencapai 20 hari," ucapnya. "Ini memberikan rasa aman bagi masyarakat, semoga bukan hanya di Sorong saja. Tapi di seluruh wilayah Papua juga aman stoknya," harap Nanik. (*)