Seabrek Tugas Letkol Teddy

Jumat 24-04-2026,11:03 WIB
Reporter : Taufik Lamade
Editor : Yusuf Ridho

PANGKAT boleh melati dua alias letnan kolonel (letkol). Umur belum genap 40, tepatnya 39 tahun. Namun, peran Letkol Teddy Indra Wijaya sangat strategis sebagai sekretaris kabinet (seskab).

Satu per satu menteri menghadapnya. Di minggu-minggu terakhir ini (pertengahan April) saja sejumlah menteri menemuinya. Tanggal 20 April 2026, dua menteri merapat. 

Siang Menpora Erick Thohir menghadap Teddy untuk melaporkan pemangkasan Permenpora dari 191 menjadi 4. Malamnya, Menkop Ferry Juliantono masuk ke ruang kerja Teddy, melaporkan rencana 30 ribu calon pegawai Koperasi Merah Putih.

Beberapa hari sebelumnya, Mensos Saifullah Yusuf juga menghadap Teddy. Melaporkan perkembangan sekolah rakyat dan bansos.

BACA JUGA:Viral Tangis Anak Jalanan di Depan Seskab Teddy, Bahagia karena Bisa Sekolah

BACA JUGA:Teddy Indra Wijaya Bantah Isu Indonesia Chaos, Tegaskan Kondisi Nasional Tetap Terkendali

Tak hanya menteri, Dirjen Imigrasi Hendarsam Martoko yang baru dilantik langsung menghadap Letkol Teddy pada 21 April ini. Mereka membahas keimigrasian haji dan pos lintas batas.

Fakta-fakta itu menunjukkan betapa penting posisi Letkol Teddy. Para menteri silih berganti menghadap.

Kalau presiden adalah kepala. Para menteri dan semua petinggi adalah kaki tangan. Letkol Teddy menjadi lehernya. Beberapa kalangan menyebut Letkol Teddy yang memegang pintu akses bagi siapa pun yang ingin bertemu Prabowo.

Pengangkatan Letkol Teddy (saat itu masih mayor) menjadi seskab langsung membuat heboh. Bagaimana seorang mayor, perwira menengah TNI, masih aktif menduduki kursi pejabat tinggi di kabinet.

BACA JUGA:Seskab Teddy Buka Suara soal Ajakan Saiful Mujiani Gulingkan Prabowo

BACA JUGA:Istana Bantah Produk Amerika Bebas Masuk Tanpa Label Halal, Teddy: Wajib Izin Lembaga Halal

Meminjam istilah ahli tata negara Feri Amsari: Presiden Prabowo telah melanggar UU di hari pertamanya menjabat. Sebab, ia mengangkat Mayor Teddy sebagai pejabat sipil. Seharusnya, Teddy pensiun dulu.

Namun, rupanya pemerintahan Prabowo sudah menyiapkan aturan baru. Prabowo membentuk lembaga baru bernama Sekretariat Dukungan Kabinet. Kita singkat saja dengan SDK.  Lembaga itulah yang menangani teknis pekerjaan seskab sebelumnya, mulai administrasi rapat kabinet hingga pengkajian kepres.

Posisi lembaga SDK itu di bawah mensesneg. Padahal, dulu seskab sejajar mensesneg. SDK sekarang dipimpin Fadlansyah Lubis.

Kategori :