VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa pendampingan ini adalah bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan. “Kami ingin UMKM binaan tidak hanya bertahan, tapi adaptif dan mampu menembus pasar dunia,” tambahnya.
Energi Hijau sebagai Kunci Efisiensi
Menariknya, momentum Kartini tahun ini juga menyoroti aspek bijak energi. Di tengah tekanan biaya, Pertamina mendorong UMKM memanfaatkan energi berkelanjutan.
Efisiensi energi dinilai bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk menekan biaya operasional sekaligus memberi nilai tambah pada produk lokal di pasar yang kini semakin peduli lingkungan (eco-friendly).
Dengan semangat Kartini, UMKM Indonesia diharapkan terus berinovasi dan membawa produk kebanggaan bangsa ke panggung dunia, sekaligus berkontribusi pada ketahanan energi nasional.