JAKARTA, HARIAN DISWAY - Atmosfer bola basket pelajar Indonesia kembali memanas. Program tahunan Kopi Good Day DBL Camp 2026 resmi digelar di Jakarta pada Rabu, 28 Mei 2026.
Ajang tersebut menjadi titik temu bagi ratusan student-athlete terbaik dari seluruh penjuru negeri yang sebelumnya sudah melewati seleksi ketat melalui kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 di 31 kota dan 22 provinsi.
Tahun ini menjadi edisi ke-17 penyelenggaraan DBL Camp. Lebih dari 250 peserta hadir dengan tujuan besar: membuktikan diri sebagai yang terbaik dan meraih kesempatan menimba ilmu basket hingga ke luar negeri.
Untuk keempat kalinya, Jakarta kembali menjadi tuan rumah. Namun kali ini ada sentuhan baru, yakni penggunaan fasilitas modern di DBL Academy East Jakarta yang berlokasi di kawasan Genova Asya, Jakarta Timur.
Founder DBL Indonesia, Azrul Ananda, menegaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini membawa pendekatan berbeda.
"Pelaksanaan Kopi Good Day DBL Camp tahun ini istimewa karena peserta akan menjalani serangkaian latihan di tiga lapangan di DBL Academy East Jakarta yang semuanya berstandar FIBA level 1. Yang lebih penting lagi, pelaksanaan tahun ini jadi riset sport science," kata Azrul.
BACA JUGA:Makin Akurat! Intip Teknologi Nordbord dan Force Decks yang Jadi 'Senjata Baru' di DBL Camp 2026
BACA JUGA:Jadwal Lengkap DBL Camp 2026: Berburu Tiket All-Star ke Amerika Serikat
Pendekatan sport science menjadi sorotan utama. Berbagai alat ukur modern seperti Nordbord, Force Frame, dan Force Decks digunakan untuk menganalisis performa fisik peserta secara detail.
Mulai dari kekuatan otot, keseimbangan tubuh, hingga kemampuan lompatan, semuanya diukur dengan presisi tinggi.
Lebih dari 25 peserta akan mengikuti DBL Camp 2026.-DBL Indonesia-
"Data-data dari pengukuran itu akan menjadi acuan untuk melihat sejauh mana kekuatan fisik pemain, kebutuhan metode latihan berdasarkan data yang dihasilkan, potensi cedera, hingga efektivitas gerakan. Seperti sebuah laboratorium olahraga," sambung Azrul.
Tak hanya itu, metode pengujian fisik juga diperbarui. DBL Camp kini menggunakan Yo-Yo Test sebagai pengganti Beep Test. Metode itu dinilai lebih cocok dengan karakter permainan basket yang mengandalkan interval lari dan momen recovery. Sistem tersebut pun sudah lazim digunakan di level internasional.
Kualitas pelatihan juga diperkuat dengan kehadiran pelatih kelas dunia. Salah satunya Keegan Crawford, asisten pelatih tim nasional Australia untuk FIBA Asia Cup Qualifiers 2025. Ia melihat perkembangan positif dari program ini.
"Dari sisi fasilitas dan metode pelatihan di DBL Camp ini saya rasa DBL Indonesia terus mengikuti perkembangan apa yang terjadi di dunia internasional. Dan itu baik untuk para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini," kata Keegan.