Nilai Strategis Selat Hormuz bagi Iran dan Negara Teluk

Rabu 29-04-2026,05:33 WIB
Reporter : Tofan Mahdi*
Editor : Yusuf Ridho

TIDAK ADA tanda-tanda perang antara Iran dan Amerika Serikat-Israel akan berakhir. Meski gencatan senjata diperpanjang hingga batas waktu yang belum ditentukan, harapan akan tercapainya kesepakatan damai sepertinya sulit menjadi kenyataan. 

Sejumlah poin dalam proposal perdamaian tidak diterima kedua pihak, salah satunya terkait kendali atas Selat Hormuz. Seberapa strategis Selat Hormuz hingga menjadi poin paling krusial dalam negosiasi untuk mengakhiri ketegangan geopolitik di Timur Tengah sekarang?

SELAT HORMUZ

Selat Hormuz adalah salah satu selat paling strategis sebagai lalu lintas perdagangan dunia melalui jalur laut. 

Selain Hormuz, ”jalan tol” laut yang juga penting dalam kegiatan maritim dunia adalah Terusan Suez (Mesir), Terusan Panama (Panana), Selat Malaka (Indonesia, Singapura, dan Malaysia), Selat Bab El Mandeb (Yaman), Selat Gibraltar (Spanyol dan Maroko), serta Selat Bosporus (Turkiye). 

BACA JUGA:Menjaga Nadi Digital di Selat Hormuz: Mengantisipasi 'Kiamat' Internet Global

BACA JUGA:Selat Hormuz, Celah Sempit yang Menentukan Geopolitik Rantai Pasok Energi Dunia

Secara historis, Selat Hormuz telah menjadi rebutan kekuatan besar selama berabad-abad. Sejak zaman kuno, penguasaan atas Hormuz berarti kendali atas perdagangan rempah dan sutra antara Timur dan Barat. 

Bangsa Portugis pernah mendominasi wilayah itu pada awal abad ke-16 untuk mengamankan rute perdagangan ke India, sebelum akhirnya diusir pasukan Persia (Dinasti Safawi) yang dibantu Inggris pada 1622. 

Sejak saat itu, pengaruh Iran di wilayah tersebut tetap dominan meski silih berganti dengan kehadiran armada laut Barat.

Secara geografis, Selat Hormuz terletak di antara Iran di sisi utara dan Semenanjung Musandam milik Oman (serta sebagian wilayah Uni Emirat Arab) di sisi selatan. Selat itu menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. 

BACA JUGA:Blokade Selat Hormuz Terus Rongrong Ekonomi Dunia, Perundingan Islamabad Mendesak

BACA JUGA:Trump Perintahkan Tembak di Tempat Kapal Pemasang Ranjau di Selat Hormuz

Secara hukum laut internasional, kapal-kapal memiliki hak ”transit passage”, tetapi posisi geografis Iran yang memiliki garis pantai terpanjang memberinya keunggulan taktis untuk memantau setiap pergerakan kapal yang lewat.

Saat ini Selat Hormuz menjadi jalur paling penting perdagangan minyak dunia karena menjadi satu-satunya jalur untuk mengirimkan minyak dari Teluk ke wilayah lain khususnya ke Asia. 

Kategori :