BEKASI, HARIAN DISWAY - Insiden maut antara KRL Commuter Line dan kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026, dan meninggalkan luka mendalam bagi para korban.
Dalam peristiwa tragis itu, sejumlah korban jiwa tidak dapat diselamatkan, sementara puluhan lainnya mengalami luka. Sebagai respons cepat, pemasangan palang pintu sementara dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada Rabu, 29 April 2026, di jalur perlintasan dari arah Ampera ke Duren Jaya serta sebaliknya. BACA JUGA:Kasus Kecelakaan KRL Bekasi Naik Penyidikan, 24 Saksi Diperiksa Termasuk Masinis BACA JUGA:KAI dan Kemenhub Akan Tertibkan 1.800 Perlintasan Langkah tersebut diambil guna meningkatkan tingkat keselamatan pengendara yang melintasi area perlintasan kereta api. "Pemasangan palang pintu sementara ini merupakan langkah awal sebagai bentuk upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan," kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo dikutip disway.id pada Sabtu, 2 mei 2026. Menurutnya, palang sementara itu dipasang sebagai langkah awal dalam upaya pengamanan, sembari menanti penanganan yang lebih menyeluruh. BACA JUGA:Kisah Haru Tim Basarnas Saat Mengevakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur BACA JUGA:KRL Bekasi Timur–Cikarang Ditargetkan Beroperasi Siang Ini, Tunggu Izin KNKT "Perlu kami sampaikan bahwa yang terpasang saat ini adalah palang pintu sementara, bukan palang pintu perlintasan resmi. Ini merupakan bagian dari tahap awal peningkatan keselamatan," ungkapnya. Dalam rencana operasionalnya, penjagaan palang sementara itu akan dilakukan oleh swadaya warga sekitar dengan melibatkan koordinasi dari pihak kelurahan. Jika tidak terdapat petugas yang berjaga, posisi palang harus tetap tertutup sebagai upaya pencegahan guna menekan potensi kecelakaan. BACA JUGA:Kecelakaan KA Bekasi Timur Ingatkan Tragedi Bintaro 1987: Sama-Sama Hari Senin BACA JUGA:Update Kecelakaan Kereta di Bekasi: Daftar Lengkap Korban yang Dirawat di RSUD Kota Bekasi Wibowo menyampaikan bahwa pengawasan penuh selama 24 jam menjadi syarat utama dalam pengoperasian perlintasan sebidang. Apabila tidak ada pengawasan yang berkelanjutan, keamanan perjalanan kereta serta keselamatan pengguna jalan berisiko tinggi terganggu. "Apabila perlintasan JPL 86 di Jalan Ampera ini tidak dapat dijaga secara penuh selama 24 jam setiap hari, maka demi keselamatan bersama , KAI akan mengambil langkah tegas dengan melakukan penutupan perlintasan tersebut, karena kondisi tanpa penjagaan sangat membahayakan perjalanan kereta api maupun masyarakat," kata Wibowo. BACA JUGA:Prabowo Perintahkan Investigasi Tabrakan Kereta Bekasi, Soroti 1.800 Perlintasan Tak Terjaga BACA JUGA:Jalankan Instruksi Presiden, Kemenhub Percepat Penertiban 4 Ribu Perlintasan Sebidang Ke depan, dorongan akan terus dilakukan oleh KAI Daop 1 Jakarta kepada para pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk menghadirkan solusi permanen berupa pembangunan perlintasan tidak sebidang seperti flyover atau underpass, yang dinilai paling efektif dalam menghapus potensi kecelakaan di perlintasan sebidang. Menurut Wibowo, komitmen dalam meningkatkan keselamatan akan tetap menjadi fokus utama KAI demi menjaga operasional kereta api agar berlangsung aman, tertib, serta minim risiko bagi seluruh pengguna transportasi. (*) *) Abidah Hayu Anggonoraras, peserta magang dari Universitas Negeri Islam Sunan Ampel SurabayaKAI Pasang Palang Sementara di Perlintasan JPL 85 Bekasi Timur
Minggu 03-05-2026,10:38 WIB
Reporter : Abidah Hayu Anggonoraras
Editor : Mohamad Nur Khotib
Tags : #perlintasan sebidang
#krl
#kecelakaan kereta bekasi
#kai
#ka argo bromo
#commuter line
#bekasi timur
Kategori :
Terkait
Rabu 30-09-2026,13:21 WIB
Masinis KA Argo Bromo Ditetapkan Tersangka Tabrakan, KAI Siapkan Tim Pengacara
Selasa 29-09-2026,12:12 WIB
INKA-KAI Mau Digabung, Kanang Soroti Beban Whoosh dan Kapasitas Produksi
Sabtu 26-09-2026,21:42 WIB
KAI Ajak Masyarakat Menelusuri Jejak Awal Kereta Api Indonesia
Kamis 17-09-2026,15:02 WIB
Detik-detik HP Penumpang KRL Meledak dan Berasap di Stasiun Rawa Buntu, Bikin Panik Satu Gerbong
Jumat 07-08-2026,12:31 WIB
Menhub: Kereta Nusantara Explorer Berpeluang Layani Rute Jakarta-Banyuwangi
Terpopuler
Rabu 30-09-2026,12:35 WIB
Man City Divonis Bersalah, Erling Haaland Siap Jadi Rebutan 4 Raksasa Eropa Ini
Rabu 30-09-2026,15:51 WIB
Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026, Laga Hidup Mati Skuad Garuda
Rabu 30-09-2026,09:32 WIB
Pincang Lawan Prancis, Romeo Lavia Bawa Kabar Baik untuk Chelsea
Rabu 30-09-2026,08:00 WIB
Juventus Tak Cemaskan Cedera Fransisco Conceicao
Rabu 30-09-2026,06:36 WIB
Rating Pemain Spanyol yang Tumbangkan Kroasia 4-1: Lamine Yamal Perfect!
Terkini
Rabu 30-09-2026,21:55 WIB
Tim PkM Untag Surabaya Kembangkan Digital Heritage Tari Tradisional di Sanggar Mugi Lestari
Rabu 30-09-2026,21:47 WIB
Hari Batik Nasional 2026 Dibuka di Surabaya, Angkat Batik Tulungagung
Rabu 30-09-2026,20:57 WIB
KBRI Beijing Gelar Indonesia-Mongolia Business Dialogue Tandai 70 Tahun Hubungan Diplomatik
Rabu 30-09-2026,20:40 WIB
Ronaldo Ngambek Dicadangkan, Situasi di Timnas Portugal Memanas
Rabu 30-09-2026,20:33 WIB